kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BRI target KPR bertambah Rp 7,5 triliun lagi


Sabtu, 18 Mei 2013 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Sorotan tata lampu berwarna terlihat saat perayaan ibadah misa malam Natal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kredit properti dianggap masih menarik untuk disasar oleh perbankan. Misalnya saja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang berharap bisa mencatat pertambahan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) sejumlah Rp 7,5 triliun. "Tahun ini target kami bertambahnya seperti itu," ucap Direktur Konsumer BRI Tony Soetirto, Jumat, (17/5).

Ia menyebut, BRI bisa menyalurkan KPR sekitar Rp 500 miliar per bulannya. Porsi pembiayaan pun diakui Tony bahwa 80% diberikan untuk segmentasi kelas atas, yaitu rumah seharga Rp 500 juta sampai dengan Rp 5 miliar.

Melihat kondisi properti saat ini yang tumbuh tinggi, Bank Indonesia (BI) berencana memperketat penyaluran KPR. Tony mengaku pihaknya tak khawatir bila hal tersebut terjadi. Ia menilai, harga properti masih terbilang bagus. Sehingga ini pun akan membuat bisnisnya tetap tumbuh baik sejajar dengan industri.

Hingga akhir tahun 2013, Tony menargetkan outstanding KPR BRI mampu mencapai Rp 19-20 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×