kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.060   26,00   0,14%
  • IDX 4.923   -261,84   -5,05%
  • KOMPAS100 621   -37,02   -5,63%
  • LQ45 480   -28,13   -5,53%
  • ISSI 170   -9,33   -5,20%
  • IDX30 268   -15,36   -5,41%
  • IDXHIDIV20 349   -17,33   -4,73%
  • IDX80 71   -4,20   -5,57%
  • IDXV30 98   -4,16   -4,07%
  • IDXQ30 88   -4,90   -5,27%

BSI (BRIS) Gandeng 16 Bank untuk Transaksi Hedging Syariah dan SiPA


Senin, 19 Oktober 2026 / 10:29 WIB
BSI (BRIS) Gandeng 16 Bank untuk Transaksi Hedging Syariah dan SiPA
ILUSTRASI. Dirut BSI menyapa nasabah di Kantor Cabang BSI Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng 16 mitra perbankan untuk memperkuat pasar keuangan syariah nasional melalui kerja sama transaksi lindung nilai syariah dan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) dalam denominasi rupiah dan valuta asing.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Induk Lindung Nilai Syariah serta kerja sama SiPA dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Sebanyak 16 mitra perbankan yang terlibat antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mega Syariah, Maybank Indonesia, BJB Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Aladin Syariah, BCA Syariah, Bank Nano Syariah, CIMB Niaga Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Sulselbar UUS, Bank Jatim UUS, OCBC UUS, Bank Jakarta UUS, dan Bank Sumut UUS.

Baca Juga: BCA (BBCA) Lanjutkan Buyback Saham, Tegaskan Fundamental Bisnis

Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam memperluas instrumen likuiditas pasar keuangan syariah.

"Pengembangan instrumen tersebut diharapkan mendukung efektivitas Operasi Moneter Syariah (OMS), memperkuat transmisi kebijakan moneter syariah, serta mendorong ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ungkap Firman dalam siaran pers, Senin (19/10/2026).

Melalui Perjanjian Induk Lindung Nilai Syariah, BSI berupaya membangun kerangka hukum yang jelas bagi transaksi hedging berbasis syariah. Instrumen ini ditujukan untuk membantu memitigasi risiko akibat fluktuasi nilai tukar secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Sementara itu, kerja sama SiPA merupakan addendum atas perjanjian sebelumnya untuk mengakomodasi transaksi dalam valuta asing. Dari 16 bank yang terlibat, dua di antaranya merupakan mitra baru dalam kerja sama SiPA.

Penandatanganan tersebut juga disertai komitmen transaksi untuk memperkuat Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), yang berperan dalam mendukung efektivitas OMS.

SiPA merupakan instrumen PUAS yang digunakan untuk pengelolaan likuiditas antarbank. Instrumen ini membantu bank mengoptimalkan likuiditas, memitigasi risiko likuiditas dalam rupiah maupun valuta asing, serta memperluas kolaborasi antarlembaga keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, perkembangan ekonomi syariah Indonesia menunjukkan tren positif, ditopang pertumbuhan aset dan peningkatan pangsa pasar.

Menurut Dian, potensi ekonomi syariah juga didukung berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata ramah muslim, farmasi dan kosmetik halal, energi terbarukan, hingga industri kreatif.

Baca Juga: Asuransi Syariah Masih Terbatas, Ini Penjelasan JMA Syariah

Namun, pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan dukungan akses pembiayaan, kepastian pasar, dan peningkatan kapasitas produksi. Industri keuangan syariah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung UMKM, investasi, dan perluasan pasar melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah.

“Acara ISEF menjadi ruang kolaborasi untuk bersama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama dengan seluruh pihak,” ujar Dian.

Melalui kolaborasi ini, BSI dan mitra perbankan diharapkan dapat memperkuat aktivitas transaksi antarbank syariah sekaligus mendukung pengembangan pasar uang syariah di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×