Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan literasi sekaligus penetrasi keuangan syariah di Indonesia. Kolaborasi tersebut menyasar penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, sinergi dengan NU diarahkan untuk memperkuat ekosistem Islamic economy melalui pengembangan kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan ekosistem pesantren.
"BSI berharap sinergi bersama NU dapat terus diperkuat sehingga mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang semakin inklusif, kuat, dan memberikan dampak positif bagi Indonesia," ujar Anggoro dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurut Anggoro, NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan ekonomi umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.
BSI dan NU juga mendorong pemanfaatan layanan perbankan syariah untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat. Sinergi tersebut mencakup dukungan pembiayaan produktif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), komunitas serta pesantren.
Baca Juga: Nasabah BSI Tembus 24,3 Juta, Penetrasi Keuangan Syariah Terus Diperkuat
Selain pembiayaan, BSI akan memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi layanan pesantren, serta pengembangan ekosistem ekonomi yang inklusif.
BSI juga terus memperluas literasi dan penetrasi layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren, terutama di Jawa Timur yang menjadi salah satu wilayah dengan basis pesantren terbesar di Indonesia.
Sejumlah layanan yang disiapkan antara lain cash management untuk membantu pengelolaan keuangan pesantren, BSI Agen untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal, serta BYOND by BSI sebagai platform mobile banking.
Baca Juga: BSI Hadirkan 71 Lapak di Pasar Tradisional, Bidik Pedagang dan UMKM
Melalui layanan tersebut, BSI mendorong pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Saat ini, BSI dipercaya mengelola layanan keuangan bagi lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia. Sekitar 23,9% di antaranya berada di Jawa Timur.
"Hal ini menjadi motivasi perseroan memperkuat peran bank syariah sebagai mitra strategis pesantren dalam menyediakan layanan keuangan syariah," kata BSI.
Kolaborasi dengan NU tersebut juga menjadi bagian dari upaya BSI memperluas penggunaan produk dan kanal digital perbankan syariah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Anggoro juga menyampaikan apresiasi kepada NU atas penyelenggaraan Muktamar NU ke-35. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting bagi NU untuk menghadirkan gagasan yang dapat mendorong kemajuan umat dan perekonomian nasional.
Baca Juga: Pembiayaan UMKM BSI Tumbuh 19% per Mei 2026, Ditopang Sektor Produktif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














