kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.810   -86,39   -1,47%
  • KOMPAS100 753   -11,86   -1,55%
  • LQ45 574   -10,00   -1,71%
  • ISSI 201   -1,88   -0,93%
  • IDX30 325   -5,86   -1,77%
  • IDXHIDIV20 401   -6,87   -1,69%
  • IDX80 86   -1,40   -1,61%
  • IDXV30 108   -1,32   -1,20%
  • IDXQ30 105   -1,79   -1,67%

BSI Siap Maksimalkan Penempatan SAL Pemerintah, Pembiayaan Produktif Digenjot


Senin, 29 Juni 2026 / 14:30 WIB
BSI Siap Maksimalkan Penempatan SAL Pemerintah, Pembiayaan Produktif Digenjot
ILUSTRASI. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) (Dok/PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) )


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menempatkan dana di kelompok himpunan bank milik negara (Himbara). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) merespons kebijakan ini dengan positif.

Pemerintah sebelumnya sempat menarik sebagian dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) di Himbara dan kemudian memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai, angkah ini dapat memperkuat likuiditas himbara. Anggoro pun mengatakan, sinergi antara institusi sangatlah penting. Ia menyebut stabilitas ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal yang kuat, tapi juga sinergi yang kuat antara pemerintah dengan perbankan.

Baca Juga: Himbara Dapat Bantalan Baru, Pemerintah Siapkan Dana Siaga Rp 100 Triliun

"Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional," ujar Anggoro dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).

Sebagai bagian dari Himbara, Anggoro memastikan BSI siap untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. BSI akan menjalankan perannya melalui layanan keuangan syariah yang inklusif guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Menurut Anggoro, penempatan SAL akan berdampak positif pada penurunan biaya dana (cost of fund/COF), sehingga bank punya kemampuan yang lebih baik dalam menyalurkan pembiayaan.

Dengan begitu, Anggoro menyebut masyarakat dan para pelaku usaha UMKM dapat menikmati akses pembiayaan bank yang lebih terjangkau.

"Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha," tambahnya.

Anggoro pun menuturkan, BSI akan memperkuat pendanaan banknya dengan memperbesar porsi dana murah (CASA). BSI juga akan memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, serta memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas.

Baca Juga: Pefindo: Obligasi dan Sukuk PNM Rp 1,21 Triliun Jatuh Tempo Juli 2026

Anggoro juga menyebut BSI siap untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×