kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.483   80,68   1,26%
  • KOMPAS100 837   7,57   0,91%
  • LQ45 637   4,58   0,72%
  • ISSI 228   5,22   2,34%
  • IDX30 356   2,33   0,66%
  • IDXHIDIV20 433   2,50   0,58%
  • IDX80 96   0,77   0,82%
  • IDXV30 120   1,00   0,84%
  • IDXQ30 113   0,83   0,74%

Transaksi BI-FAST Bank Mandiri Tumbuh 27% hingga Juli 2026


Selasa, 18 Agustus 2026 / 11:20 WIB
Transaksi BI-FAST Bank Mandiri Tumbuh 27% hingga Juli 2026
ILUSTRASI. Transfer BI-Fast pada aplikasi Livin Bank Mandiri (Dok/Mandiri)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan positif pada transaksi BI-FAST sepanjang tujuh bulan tahun ini. 

SVP Digital Retail Bank Mandiri, Yanto Masyap, mengungkapkan, volume transaksi BI-FAST Bank Mandiri tumbuh sekitar 27% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juli 2026, sementara nilai transaksinya meningkat sekitar 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Yanto bilang pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan pembayaran digital oleh nasabah. Menurutnya, kebutuhan transaksi yang cepat, aman, dan efisien turut mendorong peningkatan penggunaan BI-FAST.

Baca Juga: Saham Big Banks Terkoreksi Meski Asing Mulai Masuk, Cermati Rekomendasi Analis

Yanto mengaku pertumbuhan transaksi BI-FAST juga memberikan kontribusi positif terhadap fee-based income (FBI) Bank Mandiri. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, biaya transaksi BI-FAST yang dikenakan kepada nasabah maksimal Rp 2.500 per transaksi.

Dari biaya tersebut, bank memperoleh bagian pendapatan setelah memperhitungkan biaya switching dan settlement. Dengan frekuensi transaksi yang terus meningkat, layanan BI-FAST turut menopang pertumbuhan FBI Bank Mandiri.

Ia tak mengungkapkan secara spesifik besaran pendapatan yang diperoleh dari transaksi BI-FAST maupun porsi kontribusinya terhadap total FBI Bank Mandiri.

Sebagai gambaran, hingga Juli 2026 bank pelat merah ini mencatatkan pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi sebesar Rp 13,49 triliun atau naik 22,37% yoy. 

Yanto menyebut kontribusi BI-FAST terhadap FBI Bank Mandiri terus meningkat sejalan dengan akselerasi transaksi digital dan pertumbuhan pengguna aktif layanan digital perseroan. 

Baca Juga: Valuasi BBCA Dekati Level Terendah Sejak 2008, Tapi Laba Diproyeksi Tumbuh Moderat

“Khususnya melalui Livin’ by Mandiri yang menjadi kanal utama transaksi ritel nasabah,” ujar Yanto kepada Kontan, dikutip Selasa (18/8/2026).

Bank Mandiri optimistis transaksi BI-FAST masih akan tumbuh positif hingga akhir 2026. Yanto bilang pertumbuhan tersebut bakal ditopang oleh peningkatan adopsi layanan digital serta ekspansi ekosistem pembayaran real time.

Sejalan dengan itu, pihaknya memperkirakan kontribusi FBI dari transaksi digital, termasuk BI-FAST, akan terus meningkat seiring pertumbuhan basis nasabah aktif Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.

Untuk menjaga momentum tersebut, Bank Mandiri bakal memperkuat kapabilitas transaksi digital melalui pengembangan fitur pembayaran dan transfer yang lebih seamless, peningkatan pengalaman pengguna atau user experience, serta optimalisasi fitur-fitur BI-FAST lanjutan.

Baca Juga: Gadai ValueMax Belum Berniat Menaikkan Bunga Gadai Meski BI Rate Sudah Naik 100 Bps

Bank Mandiri juga bakal memperluas integrasi layanan pembayaran digital untuk kebutuhan ritel maupun wholesale. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi sekaligus memperkuat engagement nasabah dalam ekosistem digital perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×