kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BSM temukan indikasi tindak pidana perbankan


Kamis, 24 Oktober 2013 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Penggunaan sandal jepit pada saat mengendarai sepeda motor tidak akan kena tilang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Bank Syariah Mandiri menemukan adanya pelanggaran ketentuan internal yang berindiaksi adanya dugaan tindak pidana perbankan di BSM kantor cabang Bogor pada 2012.

Corporate Secretary BSM Taufik Machrus mengatakan, atas temuan tersebut, BSM lantas melakukan audit yang dilakukan oleh tim internal. Hasil pemeriksaan tim audit internal memperkuat adanya dugaan tindak pidana perbankan.

"Untuk memproses dugaan tindak pidana perbankan tersebut, BSM melaporkan kasus ini kepada Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dan mendukung penyidik kepolisian untuk mengungkap kasus ini," ujar Taufik di Gedung BSM, Jakarta, Kamis (24/10).

Taufik menambahkan, dengan inisiatif pelaporan ini, berarti BSM menyerahkan penanganan kasus ini pada proses hukum. Selain itu, kepada pegawai yang terbukti melanggar ketentuan internal BSM, pihak manajemen bank telah mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku mulai dari pencopotan jabatan, skorsing sampai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Terkait dengan pembiayaan nasabah, BSM yakin dapat menyelesaikan permasalahan ini, termasuk meminta pertanggungjawaban kepada para pihak yang terlibat sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku," ucap Taufik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×