kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BTN (BBTN) Melesat? BRI Danareksa Beri Rekomendasi Beli & Target Harga di Rp 1.300


Jumat, 09 Januari 2026 / 17:45 WIB
BTN (BBTN) Melesat? BRI Danareksa Beri Rekomendasi Beli & Target Harga di Rp 1.300
ILUSTRASI. Di tengah koreksi bank BUMN, saham BBTN lebih defensif. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.300


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketika tren saham perbankan yang belum pulih pada awal tahun imi, ada beberapa saham yang sekiranya bisa dicermati. Salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sebagai gambaran, BBTN merupakan salah satu saham bank BUMN yang koreksinya tak cukup dalam. Sejak awal tahun 2026, BBTN baru terkoreksi 1,28% menjadi Rp 1.160 per saham.

Coba bandingkan dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang sudah merosot signifikan. BMRI sudah turun 6,67% dan BBNI sudah turun 4,35% sejak awal tahun.

Hal tersebut juga mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.300. Ini seiring dengan peluang peningkatan margin Bunga bersih (NIM) dari pelaksanaan program KUR perumahan tahun 2026.

Baca Juga: Kiwoom Sekuritas Targetkan Transaksi Tumbuh 2 Kali Lipat di Tahun 2026

Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset terbarunya 7 Januari 2026 menyoroti target pemerintah yang menetapkan target KUR perumahan nasional sebesar Rp 36 triliun di tahun ini.

Setali tiga uang, BTN selaku penyalur berkomitmen menyalurkan Rp 10 triliun atau 27,8% dari total nasional dengan struktur skema KUR diperkirakan masih tetap.

“Dari sisi kinerja, estimasi KUR perumahan Rp 10 triliun pada tahun fiskal 2026 diperkirakan berkontribusi sekitar 2,4% terhadap total kredit BTN serta meningkatkan net interest margin (NIM) sekitar 4 basis poin,” tulisnya dalam riset tersebut.

Terkait kredit tahun 2026, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset sebelumnya menyebutkan, BTN diprediksi mampu untuk mencatat kenaikan 9,8% atau mendekati target managemen BTN sekitar 10%-11%, dibandingkan perkiraan tahun 2025 sebanyak 7,8%. LDR perseroan juga diperkirakan stabil kisaran 92,9% tahun ini. 

Dengan pertumbuhan kredit tersebut laba bersih BBTN diprediksi meningkat menjadi Rp 3,22 triliun tahun ini, dibandingkan estimasi tahun lalu Rp 3,10 triliun. PER BBTN juga diprediksi mencapai 4,8 kali.

 

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang digelar Rabu (7/12026), resmi memutuskan menambah satu orang untuk mengisi jajaran komisaris yaitu Didyk Choiroel.

RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, dan pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. 

RUPSLB juga mempertahankan Nixon LP Napitupulu sebagai direktur utama perseroan. Persetujuan RUPSLB ini disebut sebagai bagian dari strategi BTN untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memastikan kesinambungan kepemimpinan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×