kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BTN: Kenaikan uang muka KPR tak berpengaruh


Rabu, 17 Juli 2013 / 13:54 WIB
BTN: Kenaikan uang muka KPR tak berpengaruh
ILUSTRASI. Siloam International (SILO) Berencana Stock Split, Hal Ini Perlu Dicermati


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan segera memberlakukan pembatasan jumlah uang muka kredit atau aturan Loan to Value (LTV) Kredit Perumahan Rakyat (KPR) rumah kedua, ketiga, dan seterusnya.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menilai, aturan itu tak akan terlalu mempengaruhi bisnisnya. "Terkait aturan LTV itu, ada dampaknya. Tetapi akan sangat kecil," ucap Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah, di Menara BTN, Rabu, (17/7).

Pasalnya, penyaluran kredit perumahan BTN sebagian besar untuk rumah menengah. Evi menyebutkan, pihaknya tak banyak memberi KPR untuk rumah mahal di atas tipe 70 meter persegi. Porsi rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar pun cuma sekitar 3%-4%.

Maka dari itu, BTN masih bisa mengandalkan 96% porsi debitur kelas menengahnya. Evi menyatakan, saat ini total nasabahnya telah mencapai 1,1 juta orang. Sayangnya, porsi besar penyaluran rumah pada kelas menengah membuat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) BTN terhitung tinggi.

Pada posisi Maret, NPL gross pembiayaan rumahnya yakni 4,77%. Padahal, di akhir tahun BTN menargetkan NPL bisa berada di bawah 3%.

Hingga saat ini, BTN belum menaikkan suku bunga KPR. Evi bilang, pihaknya masih melihat penyesuaian di bank-bank lain.

Namun ia meyakini, bahwa BTN tak akan meningkatkan suku bunganya hingga 75 basis poin mengikuti kenaikan BI rate. "Kalau terlalu tinggi nanti malah jadi NPL. Kita korbankan Net Interest Margin (NIM) saja," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×