Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak hanya berfokus pada jumlah kredit yang disalurkan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga mendorong agar rumah subsidi memiliki kualitas yang baik, lingkungan yang memadai, serta benar-benar dihuni oleh penerima manfaat.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, rumah subsidi tidak hanya harus terjangkau, tetapi juga layak, nyaman, aman, sehat dan berada di lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat.
“Rumah bukan hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi bagaimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah akad kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik,” ujar Hirwandi dalam siaran pers, Senin (31/8/2026).
Menurut Hirwandi, salah satu tantangan dalam mengurangi backlog perumahan adalah mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan lahan dan pasokan rumah di lokasi yang sesuai.
Karena itu, BTN mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan pengembang agar pembangunan hunian dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Bank Muamalat Genjot Pembiayaan SME, Tumbuh 21% Jadi Rp 3,2 Triliun
Akses MBR terhadap rumah subsidi juga semakin terbuka melalui sejumlah kebijakan pemerintah. Salah satunya fasilitas KPR FLPP dengan suku bunga tetap 5% sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta, serta Kredit Program Perumahan (KPP).
Selain itu, pemerintah memberikan sejumlah insentif terkait pajak dan perizinan, seperti PPN, BPHTB dan PBG.
Keterhunian Rumah FLPP di Jambi Capai 95,07%
Di sisi lain, penyaluran FLPP di Jambi ditopang tingkat keterhunian yang relatif tinggi. Berdasarkan data BP Tapera, tingkat keterhunian rumah FLPP di Provinsi Jambi mencapai 95,07%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 94,02%.
Grand Citra Asri Pudak juga menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam pemantauan BP Tapera bersama BTN KC Jambi pada Agustus 2026.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, kebutuhan hunian akan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan perkotaan dan urbanisasi. Karena itu, pembangunan perumahan perlu diikuti penyediaan fasilitas dasar yang memadai.
“Kami berkomitmen akan membangun fasilitas dasarnya, yaitu pendidikan dan kesehatan, termasuk air bersih. Tiga hal ini menjadi komitmen kami,” ujar Maulana.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan perumahan yang sesuai tata ruang, termasuk menghindari kawasan resapan maupun wilayah yang berpotensi mengalami banjir.
Sementara itu, CEO LIP House Raymond Tanoto mengatakan, keberhasilan pengembangan perumahan tidak hanya diukur dari jumlah unit yang dibangun, tetapi juga dari jumlah masyarakat yang berhasil mendapatkan hunian.
Baca Juga: Krom Bank Andalkan Channeling Fintech untuk Genjot Kredit pada 2026
“Sebanyak 250 unit ini bukan hanya mau kami hitung sebagai unit, tetapi kami ingin menghitung bahwa hari ini kami membantu 250 orang menerima rumah baru,” kata Raymond.
Menurut dia, Jambi dipilih sebagai salah satu wilayah pengembangan karena memiliki potensi pertumbuhan ke depan. LIP House juga berupaya menghadirkan hunian dengan lokasi strategis serta fasilitas yang mendukung kebutuhan penghuni.
BTN Salurkan KPR ke Lebih dari 6 Juta Rumah
Sementara itu, BTN terus memperkuat perannya dalam pembiayaan perumahan nasional. Sejak 1976, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 6 juta rumah di Indonesia.
Saat ini, BTN Group menguasai sekitar 38% pangsa pasar KPR nasional dan lebih dari 70% pangsa pasar KPR subsidi.
Sepanjang 2026, BTN Group telah menyalurkan lebih dari 100.000 unit KPR FLPP. Khusus di Jambi, hingga Juni 2026 BTN telah menyalurkan 1.517 unit KPR dengan nilai plafon sekitar Rp240,99 miliar.
Penyaluran tersebut akan terus diperkuat melalui kolaborasi BTN dengan pemerintah, BP Tapera dan pengembang. Fokusnya tidak hanya memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan rumah subsidi yang dibangun berkualitas, tepat sasaran dan benar-benar dihuni oleh masyarakat yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














