kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BTN Syariah butuh modal Rp 5 triliun untuk spin off


Minggu, 11 Maret 2018 / 20:29 WIB
ILUSTRASI. Stand Bank BTN


Reporter: Yoliawan H | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Bank Tabungan Negara Syariah (BTN Syariah) untuk memisahkan diri (spin-off) dari induknya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) nampanya belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Pasalnya, agar dapat menjadi bank umum syariah (BUS) yang tumbuh baik, membutuhkan modal yang cukup besar.

Iman Nugroho Soeko, Direktur BTN menjelaskan, agar BTN Syariah dapat aman dan tumbuh sebagai BUS membutuhkan modal sekitar Rp 5 triliun atau setara dengan rasio kecukupan modal (CAR) sekitar 20%.

“Pertumbuhan BTN Syariah saat ini baik di angka 25%. Dapat tumbuh tinggi karena masih berada satu modal dengan induk BTN. Apabila dipaksa spin off dengan modal terbatas, maka pertumbuhannya pun akan terbatas,” ungkap Iman saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jumat (9/3).

Di sisi lain, BTN sebagai induk belum memiliki modal yang cukup untuk memberikan tambahan modal bagi BTN Syariah. Menurutnya, apabila skema holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat terjadi, rencana spin off BTN Syariah lebih masuk akal karena akan dapat bantuan modal dari holding BUMN.

“Cara lain yang mungkin seperti adanya investor yang masuk langsung menyuntikan modal bagi BTN Syariah pasca spin off agar kepemilikan BTN Syariah juga tidak dimiliki mayoritas oleh BTN,” imbuh Iman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×