kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ini perkembangan terkini merger BNI Syariah dan UUS BTN

Selasa, 13 Februari 2018 / 17:50 WIB

Ini perkembangan terkini merger BNI Syariah dan UUS BTN
ILUSTRASI. Aset BTN Syariah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merger antara bisnis syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk  (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kemungkinan masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Maklum, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu holding BUMN keuangan terbentuk.

Iman Nugroho Soeko Direktur Keuangan dan Treasury BTN bilang sebelum merger dilakukan, bank harus melakukan spin off atau pemisahan terhadap unit bisnis syariah. "Karena proses spin off membutuhkan biaya yang tidak sedikit, makanya jika modal pas-pasan harus ada tambahan modal," kata Iman, Selasa (13/2).


Dengan aset unit usaha syariah Rp 20 triliun maka dibutuhkan biaya spin off paling tidak Rp 2,5 triliun agar rasio permodalan bisa terjaga di kisaran 16%. Selain itu BTN juga berusaha menjaga ATMR (aset tertimbang menurut risiko) setelah spin off. BTN juga harus menjaga agar kinerja bank bisa tetap tumbuh setelah spin off ini dilakukan.

Namun jika pemegang saham dalam hal ini pemerintah memaksa untuk melakukan merger, maka BTN siap melakukan ini. Awalnya, BTN baru akan melakukan spin off terhadap unit usaha syariah BTN ketika aset sudah mencapai Rp 25 triliun- Rp 30 triliun atau siap masuk BUKU III.

 

 

Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Sofyan Hidayat

BANK SYARIAH

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0721 || diagnostic_web = 0.4571

Close [X]
×