kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

BTN Tegaskan Tidak Ikut Biayai Koperasi Desa Merah Putih


Selasa, 18 November 2025 / 12:51 WIB
BTN Tegaskan Tidak Ikut Biayai Koperasi Desa Merah Putih
ILUSTRASI. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu saat berkunjung ke Redaksi KONTAN di Jakarta, Jumat (31/5/2024). KONTAN/Panji Indra. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan tidak akan ikut membiayai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan tidak akan ikut membiayai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di mana, bank-bank pelat merah lainnya bakal diminta memberikan pembiayaan untuk KDMP melalui Agrinas Pangan Nusantara.

Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu mengungkapkan pihaknya dikecualikan dari penugasan tersebut. Mengingat, BTN akan lebih fokus pada penugasan untuk kredit ke sektor lain yaitu perumahan.

“BTN tidak ikut, karena BTN sangat fanatik di perumahan,” ujar Nixon, Selasa (18/11).

Baca Juga: Prudential Syariah Perkuat Inovasi dan Akses Proteksi

Lebih lanjut, ia mengaku pihaknya sejatinya sudah mengajukan untuk ikut pembiayaan ke KDMP. Hanya saja, Nixon bilang pihaknya pada akhirnya tidak diperkenankan ikut.

“Saya kalau ditanya ya kecewa tapi ikut arahan pemerintah saja,” tambah Nixon.

Di sisi lain, Nixon bilang pihaknya kini menggenjot penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Di mana, BTN mendapat kuota untuk KPP senilai Rp 9,5 triliun.

Berdasarkan data Kementarian Perumahan dan Kawasan Permukiman, bank yang fokus pada sektor properti ini sudah menyalurkan hingga Rp 74,4 miliar hingga 15 November 2025. Meski demikian, dalam proses administrasi, penyalurannya sudah mencapai Rp 2,7 triliun. 

“Kita pasti kejar, meskipun ngos-ngosan juga. Tapi kita tetap jaga kehati-hatian,” tandasnya.

Baca Juga: Jamkrindo Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 1,28 Triliun dalam 10 Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×