kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.811   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.121   88,78   1,11%
  • KOMPAS100 1.145   13,64   1,21%
  • LQ45 828   7,00   0,85%
  • ISSI 288   4,55   1,61%
  • IDX30 430   3,65   0,86%
  • IDXHIDIV20 516   3,13   0,61%
  • IDX80 128   1,34   1,06%
  • IDXV30 140   1,13   0,81%
  • IDXQ30 140   0,86   0,62%

BTN Tunda Rencana Tambah Anak Usaha Asuransi


Selasa, 10 Februari 2026 / 09:47 WIB
BTN Tunda Rencana Tambah Anak Usaha Asuransi
ILUSTRASI. Pembukaan BTN Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) belum mengambil keputusan terkait rencana menambah anak usaha di bidang asuransi. Langkah tersebut masih menunggu arah konsolidasi industri asuransi yang saat ini tengah berlangsung.

Direktur Utama BTN Nixon P. Napitupulu menjelaskan, penambahan anak usaha di sektor asuransi sebenarnya ingin dilakukan dengan mengakuisisi PT Asuransi Binagriya Upakara, perusahaan yang dimiliki bersama oleh dana pensiun dan yayasan yang berafiliasi dengan BTN. 

Nixon bercerita, pihaknya menerima surat dari pemegang saham terkait ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan penambahan modal minimum sebesar Rp 1 triliun pada 2028 bagi perusahaan asuransi.

Baca Juga: BTN Masih Enggan Naik Kelas ke KBMI IV, Ini Alasannya

“Pemegang saham mengirim surat ke kami dan meminta BTN mengambil alih perusahaan tersebut,” ujar Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Secara kinerja, Nixon menilai Asuransi Binagriya Upakara memiliki fundamental yang solid. Perusahaan tersebut mencatatkan return on assets (ROA) di atas 5%, jauh lebih tinggi dibandingkan ROA perbankan yang umumnya berada di kisaran 1%–2%. Selain itu, return on equity (ROE) BTN mencapai 18%.

Dari sisi risiko, Nixon menyebut rasio klaim asuransi tersebut berada di level sekitar 30%, jauh lebih rendah dibandingkan rasio klaim asuransi lain yang umumnya berada di kisaran 70%–80%.“Ini sebenarnya bisnis yang bagus. Hanya saja skalanya masih kecil,” kata Nixon.

BTN juga telah membahas rencana tersebut dengan Danantara. Namun, Danantara meminta agar rencana aksi korporasi tersebut ditunda sementara, seiring dengan proses konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi yang sedang berlangsung.

Menurut Nixon, masih terdapat beberapa opsi skema yang sedang dikaji, mulai dari BTN mengakuisisi terlebih dahulu sebelum dialihkan ke Indonesia Financial Group (IFG), hingga opsi akuisisi langsung oleh IFG.

“Kami tunggu dulu konsolidasinya ke mana. Apakah kita beli dulu lalu dibeli IFG, atau langsung IFG yang beli. Jadi saat ini belum ada keputusan apa pun,” pungkas Nixon.

Baca Juga: BRI Kuasai 49% Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional

Rencana akuisisi perusahaan asuransi oleh BTN ini mencuat sejak bulan Januari lalu. Nixon pertama kali mengungkapkannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, sebagai salah satu dari empat aksi korporasi yang disiapkan bank tahun ini. 

Tadinya, BTN berencana melakukan akuisisi pada paruh kedua tahun nanti, dengan menyiapkan dana sebesar Rp 250 miliar. Nixon menjelaskan, pada dasarnya usulan penambahan anak usaha di bidang asuransi ini menyusul kebutuhan asuransi perumahan. 

“Kami ingin itu bisa di-package jadi satu sama penjaminan kredit yang lebih murah preminya,” jelas Nixon saat itu. 

Selanjutnya: Saat Bank Lain Tutup, Cabang Fisik BCA Terus Tumbuh

Menarik Dibaca: IHSG Menguat 0,5% Meski Dapat Pengumuman Penundaan Evaluasi dari FTSE (10/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×