kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

BTN urungkan niat suntik modal ke LinkAja


Selasa, 03 Maret 2020 / 20:59 WIB
ILUSTRASI. Warga menunjukkan aplikasi pembayaran digital (uang elektronik) LinkAja saat sosialisasi di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Sistem pembayaran digital LinkAja yang merupakan bentukan tujuh BUMN (Telkomsel, BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, Pertami


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berpotensi gagal menjalankan komitmennya untuk menyetor modal kepada PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang mengelola platform pembayaran digital LinkAja. Kendala mengakusisi perusahaan modal ventura jadi alasannya.

Direktur Direktur Finance, Treasury & Strategy BTN Nixon L.P. Napitupulu saat ini PT Sarana Papua Ventura yang diniatkan jadi kendaraan perusahaan untuk menggelar aksi penambahan modal tersebut.

“Sampai saat ini belum rampung, belum ada transaksi, karena selain ada Bahana yang pegang saham mayoritas, ada kurang lebih 50 pemegang saham minoritas, ini cukup sulit meyakinkan mereka,” kata Nixon kepada Kontan.co.id, Selasa (3/3).

Baca Juga: Cari pendanaan, Bank Tabungan Negara (BBTN) kaji opsi sekuritisasi ritel

Perusahaan modal ventura dibutuhkan perseroan, sebab sebagai bank, BTN tak dilarang melakukan penyertaan modal langsung kepada entitas bukan lembaga jasa keuangan.

Sarana Papua merupakan entitas anak dari PT Bahana Artha Ventura, yang induk utamanya adalah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Adapun aksi BTN mengakuisisi Sarana Papua juga telah direstui via RUPSLB Agustus 2019 lalu.

Atas alasan tersebut pula, Nixon bilang pihaknya tak terlalu optimistis akuisisi dapat dilanjutkan. Lagi pula saat ini, Kementerian BUMN juga tengah memberlakukan moratorium terhadap pendirian anak usaha perusahaan pelat merah.

“Tahun ini Kami mau fokus dulu memperbaiki kinerja, khususnya untuk menekan NPL (non performing loan) hingga ke level 3%-3,5%,” sambungnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×