kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BTPN memprediksi kredit akan melambat


Senin, 03 Juni 2013 / 16:32 WIB
Dana penanganan Covid-19 masih tersisa Rp 210 triliun di tahun 2021 ini./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/12/2021.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mengaku sudah punya perhitungan bisnis apa bila pemerintah jadi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kalau harus turun tak apa. Perlambatan pertumbuhan oleh alasan khusus," ucap Direktur Utama BTPN, Jerry Ng, di Hotel Sahid Jaya, Senin, (3/6).

Ia mengatakan, pada akhir tahun lalu kredit BTPN tumbuh 28% dari Rp 30,3 triliun ke Rp 38,3 triliun. Sedangkan, bila harga BBM naik, kredit BTPN diperkirakan tetap naik sekitar 18%-20%. Jerry melihat, itu masih di angka yang sehat. Nantinya, ia pun memperkirakan bahwa situasi akan kembali membaik di 2014 atau 2015.

Bila kepastian naiknya harga BBM ini terjadi, Jerry merasa bahwa itu merupakan hal yang baik. Karena permasalahan subsidi yang saat ini terus berjalan dan menggerus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), harus segera diperbaiki secara struktural.

 "Pemberian subsidi ini seperti obat steroid," sebutnya.

Menurut Jerry, pemerintah memang sudah seharusnya memperbaiki fundamental kebijakan yang ada. "Perbaikilah. Yang penting ke depan lebih bagus," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×