kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Budi Gadai Catat Tebus Gadai 11% pada Maret 2026 hingga Jelang Lebaran 2026


Selasa, 17 Maret 2026 / 20:57 WIB
Budi Gadai Catat Tebus Gadai 11% pada Maret 2026 hingga Jelang Lebaran 2026
ILUSTRASI. Budi Gadai Indonesia (Dok/Budi Gadai)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta asal Sumatra Utara, PT Budi Gadai Indonesia (Budi Gadai) mencatatkan kenaikan tebus gadai yang cukup signifikan menjelang Lebaran 2026.

Sejak awal bulan Maret 2026, tingkat tebus agunan di Budi Gadai meningkat sekitar 11% dari bulan sebelumnya. 

"Menjelang Lebaran, aktivitas tebus barang gadai meningkat cukup signifikan," ujar Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pada momentum Ramadan dan Lebaran ini banyak nasabah yang melunasi pinjaman untuk menebus barang gadai mereka.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pembiayaan Gadai Budi Gadai Mulai Meningkat

Bahkan tak sedikit juga yang memanfaatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk menebus aset mereka.

Di gerai Budi Gadai sendiri, barang yang paling banyak ditebus emas dan barang elektronik, kendaraan, dan lainnya (EKL). Sementara pada periode menjelang Lebaran, nasabah banyak yang menebus emas dan kendaraan.

Budi mencermati, barang emas menjadi agunan yang banyak ditebus karena berkaitan dengan kebutuhan nasabah menggunakan perhiasan ketika lebaran. Sementara itu, kendaraan digunakan untuk mudik, lebaran, dan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Gadai Non Emas Masih Mendominasi Agunan di Budi Gadai

Adapun pada awal tahun 2026, aktivitas penebusan di perusahaan didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kebutuhan likuiditas masyarakat, seiring penyesuaian anggaran rumah tangga maupun usaha.

Selain itu, sebagian nasabah sudah memiliki dana untuk menebus aset yang digadaikan dan ketidakpastian ekonomi yang membuat mereka memilih segera melunasi pinjaman agar aset kembali aman.

Baca Juga: Budi Gadai Indonesia Targetkan Pertumbuhan Bisnis 20% pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×