Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan yang cenderung meningkat menjelang Lebaran, membuat banyak masyarakat menggunakan layanan gadai. Perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) menyebut saat ini kondisi operasional sudah menunjukkan peningkatan untuk penyaluran pembiayaan gadai.
"Hal itu dilihat dari meningkatnya transaksi gadai dan kondisi operasional yang selalu ramai nasabah," ungkap Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring kepada Kontan, Selasa (10/3).
Lebih lanjut, Budiarto menerangkan menjelang Lebaran khususnya Maret 2026, Budi Gadai Indonesia mengalami peningkatan gadai paling banyak untuk jenis barang elektronik dan emas, sedangkan untuk gadai kendaraan bermotor tidak meningkat seperti kategori lainnya.
Baca Juga: Asuransi Zurich Tangkap Peluang dari Tren Kendaraan Listrik yang Tumbuh Signifikan
Menjelang Lebaran, Budiarto menyampaikan banyak masyarakat memilih layanan gadai karena kebutuhan dana meningkat untuk konsumsi, mudik, dan persiapan Lebaran.
"Banyak juga keluarga menjadikan gadai sebagai solusi cepat untuk memperoleh dana tanpa harus menjual aset berharga," tuturnya.
Untuk bunga saat menjelang Lebaran, Budiarto menyampaikan bunga gadai sendiri masih sama seperti bulan-bulan lainnya, yaitu pinjaman dengan jangka waktu 1-15 hari dikenakan bunga 5%, kemudian jangka waktu 1-30 hari dikenakan bunga 10%. Untuk bunga emas juga masih sama seperti bulan lainnya sebesar 2,4%.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 143,14 triliun per Januari 2026. Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 60,05%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Secara rinci mengenai kinerja per Januari 2026, OJK mencatat pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp 115,98 triliun. Nilainya mencakup 81,03% dari total pembiayaan yang disalurkan industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













