Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan pertumbuhan laba yang solid hingga Februari 2026 berkat strategi efisiensi yang dijalankan.
Laba bersih emiten dengan kode saham BBRI ini tercatat sebesar Rp 7,73 triliun, atau melesat 17,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Efisiensi menjadi kunci utama kami menjaga profitabilitas di tengah tekanan suku bunga,” ujar manajemen BRI, Rabu (25/3/2026).
Pertumbuhan laba ini didorong oleh penurunan beban bunga bank sebesar 15,21% menjadi Rp 6,74 triliun, meski pendapatan bunga hanya terkoreksi tipis 1,24% menjadi Rp 25,89 triliun.
Baca Juga: Asuransi Umum Pelat Merah Catat Kinerja Positif hingga Kuartal III-2025
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (NII) tetap tumbuh 4,83% menjadi Rp 19,14 triliun.
Selain itu, bank berhasil menekan kerugian kredit (impairment) hingga 15,77% menjadi Rp 7,54 triliun, sehingga beban operasional turun 2,4% menjadi Rp 9,53 triliun. Laba operasional pun meningkat 13,14% menjadi Rp 9,61 triliun.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 10,49% menjadi Rp 1.345,16 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 9,26% menjadi Rp 1.508,84 triliun.
Pertumbuhan DPK terutama berasal dari dana murah, dengan giro naik 16,48% menjadi Rp 428,89 triliun dan tabungan bertambah 11,57% menjadi Rp 588,38 triliun. Sementara deposito hanya tumbuh tipis 1,28% menjadi Rp 491,57 triliun.
Baca Juga: Sejumlah Bank Syariah Catat Kinerja Positif pada 2025, Cek yang Paling Unggul
Dengan capaian ini, BRI menunjukkan kemampuan mempertahankan kinerja di tengah dinamika pasar yang menantang sekaligus memperkuat posisi likuiditasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












