Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menerapkan strategi investasi yang prudent dan adaptif terhadap dinamika pasar pada tahun ini. Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan fokus utama perusahaan adalah menjaga keseimbangan antara optimalisasi imbal hasil, stabilitas portofolio, dan kecukupan likuiditas.
"Oleh karena itu, instrumen pendapatan tetap masih menjadi fondasi utama portofolio investasi perusahaan," katanya kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).
Lebih lanjut, Listianawati menyebut pihaknya juga melakukan pengelolaan durasi dan alokasi aset secara aktif untuk menangkap peluang pasar secara terukur di tengah ekspektasi suku bunga yang mulai lebih stabil dan kondisi pasar yang masih dinamis.
Baca Juga: Fintech Samir Salurkan Pembiayaan Rp 300 Miliar, Tumbuh 57% pada Awal 2026
Selain itu, dia mengatakan diversifikasi portofolio tetap menjadi bagian penting dari strategi Ciputra Life. Dia menyebut ada beberapa instrumen yang dipilih guna melakukan diversifikasi.
"Baik melalui penempatan pada obligasi pemerintah, obligasi korporasi berkualitas, maupun eksposur selektif pada instrumen lain yang memiliki fundamental kuat," ungkapnya.
Secara keseluruhan, Listianawati mengungkapkan perusahaan akan tetap mempertimbangkan keputusan penempatan investasi sesuai dengan prinsip perusahaan dan selaras dengan profil risiko, serta kewajiban jangka panjang perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Ciputra Life mencatatkan jumlah investasi senilai Rp 1,05 triliun per Maret 2026. Adapun Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi portofolio investasi perusahaan dengan nilai mencapai Rp 594,69 miliar per Maret 2026.
Sementara itu, Ciputra Life membukukan perolehan hasil investasi sebesar Rp 16,61 miliar per Maret 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













