kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.873   -62,00   -0,35%
  • IDX 5.924   28,36   0,48%
  • KOMPAS100 765   0,32   0,04%
  • LQ45 583   -0,99   -0,17%
  • ISSI 204   0,95   0,47%
  • IDX30 330   -1,01   -0,30%
  • IDXHIDIV20 406   -1,52   -0,37%
  • IDX80 87   -0,09   -0,11%
  • IDXV30 110   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 106   -0,38   -0,35%

Citibank dukung penerapan L/C ekspor komoditas


Kamis, 12 Februari 2015 / 16:23 WIB
ILUSTRASI. Inilah 7 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil Muda, Penuhi Asam Folat sampai DHA


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Citi Indonesia (Citibank) siap merespons Peraturan Menteri Perdagangan No. 4 Tahun 2015 tentang Ketentuan Penggunaan L/C untuk Ekspor Barang Tertentu. Untuk itu, bank asal Amerika Serikat ini sudah menyiapkan beberapa platform yang bisa memudahkan para eksportir untuk menggunakan layanan L/C.

Risman Firmansyah, SVP Country Trade Head Citi Indonesia menuturkan, pihaknya bakal memudahkan nasabah menggunakan L/C dengan cara direct presentation. "Dengan cara ini, nasabah yang akan mengajukan L/C tidak perlu datang ke kantor cabang Citibank," jelas Risman, Kamis (12/2).

Salah satu platform yang dimaksud adalah Export Solutions - LCs. Dengan platform itu, Citi dengan mudah mengelola L/C yang diterima dan dapat melakukan inisiasi presentasi dokumen L/C transfer melalui CitiDirect.

CitiDirect sendiri merupakan platform online yang aman dan dapat diakses kapan saja tanpa diperlukan instalasi software.

Risman menambahkan, layanan L/C sudah lama ada di Citibank dan terbukti valid dan aman bagi transaksi para eksportir. "Namun, dari 1.000 nasabah korporat kami, issued L/C masih belum dicatat sebagai aset. Dan jumlah nasabah korporat yang bergerak di bidang komoditi masih sedikit," jelas Risman.

Aturan L/C yang dirilis Kemendag pada awal tahun ini hanya berlaku bagi ekspor produk hasil pertambangan batubara, mineral, serta ekspor minyak kelapa sawit. Arlinda Imbang Jaya, Staf Ahli Mendag Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi menuturkan, pihaknya bakal mengkaji produk ekspor lain yang akan diwajibkan L/C.

"Tapi, untuk saat ini kami fokus di empat komoditas. Lihat dulu perkembangannya seperti apa. Kalau evaluasinya bagus, kami tambah produk lainnya," ucap Arlinda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×