kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Clipan Finance Sebut Pembiayaan Kendaraan Masih Cukup Menjanjikan pada 2026


Selasa, 03 Maret 2026 / 15:28 WIB
Clipan Finance Sebut Pembiayaan Kendaraan Masih Cukup Menjanjikan pada 2026
ILUSTRASI. Clipan Finance (Dok/Clipan Finance )


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menilai pembiayaan kendaraan bermotor pada 2026 masih memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Namun, ada sejumlah catatan yang mesti diperhatikan multifinance.

Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan dari sisi pendorong kinerja, tren elektrifikasi kendaraan membuka segmen pembiayaan baru yang makin berkembang. Dia juga bilang program subsidi atau insentif pemerintah yang berpotensi berlanjut turut mendukung daya beli masyarakat sehingga dapat berdampak bagi pembiayaan kendaraan. 

"Selain itu, kompetisi yang sehat antar penyelenggara pembiayaan juga mendorong inovasi produk kredit yang lebih fleksibel dan terjangkau bagi konsumen," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (1/3).

Baca Juga: Strategi Mega Insurance Dorong Kinerja Asuransi Marine Cargo di 2026

Untuk menggenjot kinerja pembiayaan kendaraan tahun ini, Harjanto menuturkan Clipan Finance akan mengoptimalkan eksistensi di dealer atau showroom, serta pameran otomotif. Clipan Finance juga akan menawarkan skema pembiayaan yang kompetitif, lalu fokus pada segmen kendaraan yang peminatnya tinggi di pasar, transformasi digital dan efisiensi proses, serta menerapkan manajemen risiko yang lebih berukur. 

Di sisi lain, Harjanto tak memungkiri terdapat sejumlah tantangan yang tetap perlu diantisipasi terkait pembiayaan kendaraan bermotor tahun ini. Dia bilang tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi dapat menahan sebagian konsumen untuk mengambil kredit kendaraan. 

Ditambah, kualitas aset atau Non Performing Financing (NPF) juga harus dijaga di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian segmen masyarakat. 

"Tak cuma itu, persaingan dengan skema pembelian tunai yang didorong oleh program trade-in maupun diskon langsung dari produsen juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan," ucapnya.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Harjanto berpendapat industri multifinance secara keseluruhan berpotensi menunjukkan kinerja yang lebih baik, dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan catatan, momentum positif pada awal tahun ini dapat terjaga dan kondisi makro ekonomi tetap kondusif sepanjang 2026.

Pada 2025, Harjanto menerangkan Clipan Finance mencatatkan piutang pembiayaan sebesar lebih dari Rp 9 triliun.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Permintaan Kredit di LKM BKD Ponorogo Meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×