Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat utang multifinance naik per Mei 2026. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 12,93 triliun per Mei 2026.
"Nilai tersebut naik 19,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,84 triliun," ungkap Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin kepada Kontan, Selasa (2/6/2026).
Dari sisi emiten, Ahmad mengatakan penerbitan terbesar berasal dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), PT Federal International Finance (FIFGROUP), dan PT Indomobil Finance Indonesia, masing-masing menerbitkan surat utang sebesar Rp 2,50 triliun.
Baca Juga: RUU P2SK Bakal Atur Konsolidasi Perbankan, Begini Penjelasannya
"Ketiganya menyumbang sekitar 58,0% dari total penerbitan multifinance per Mei 2026," tuturnya.
Ahmad menerangkan penerbit besar lainnya adalah PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sebesar Rp 1,50 triliun, PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) sebesar Rp 1,20 triliun, dan Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) sebesar Rp 1,03 triliun.
Jika dibandingkan dengan total penerbitan sepanjang 2025 yang mencapai Rp 38,18 triliun, Ahmad menuturkan realisasi penerbitan hingga Mei 2026 setara 33,9%. Dia bilang angka itu menunjukkan bahwa aktivitas penerbitan belum melemah secara nominal.
"Namun, arah penerbitan tetap perlu dilihat bersama kondisi yield, kebutuhan jatuh tempo, dan pertumbuhan piutang pembiayaan yang masih rendah," ujarnya.\
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Pembiayaan Kendaraan, Ini Respons Multifinance
Sejauh ini, Ahmad menyampaikan multifinance menjadi salah satu sektor terbesar dalam penerbitan surat utang korporasi. Dia menyebut nilai penerbitannya mencakup 16,6% dari total penerbitan surat utang korporasi yang sebesar Rp 78,09 triliun per Mei 2026.
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan sebesar Rp 11,50 triliun, perbankan sebesar Rp 11,14 triliun, dan perusahaan induk sebesar Rp 10,57 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












