kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

CNAF Jaga Cost of Fund di Tengah Tekanan Suku Bunga dan Yield Obligasi


Selasa, 19 Mei 2026 / 17:25 WIB
CNAF Jaga Cost of Fund di Tengah Tekanan Suku Bunga dan Yield Obligasi
ILUSTRASI. Pendanaan multifinance didominasi bank, tapi CoF CNAF justru membaik


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dominasi pendanaan industri multifinance dari sektor perbankan serta tren kenaikan suku bunga dan yield obligasi, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memastikan biaya pendanaan atau cost of fund (CoF) perusahaan masih terjaga hingga kuartal I-2026.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sumber pendanaan perusahaan pembiayaan per Maret 2026 masih didominasi oleh perbankan dengan porsi 73,65% atau sebesar Rp 279,74 triliun. 

Kondisi tersebut dinilai membuat industri multifinance rentan terhadap perubahan suku bunga dan kenaikan yield obligasi yang dapat memengaruhi biaya pendanaan.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengungkapkan, CoF CNAF pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 132 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 142 miliar.

Baca Juga: Bank SMBC Belum Pasang Target Naik KBMI IV, Fokus Optimalkan Pertumbuhan Organik

“Secara rasio, CoF periode Maret 2026 sebesar 6,29%, menurun dibandingkan periode Desember 2025 sebesar 6,71% maupun Maret 2025 sebesar 6,61%,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Senin (18/5/2026).

Ristiawan mengatakan, CNAF hingga kini belum mengubah strategi pendanaan secara signifikan meski kondisi suku bunga dan yield obligasi bergerak naik. Perusahaan tetap fokus menjaga struktur pendanaan yang optimal dengan aktif mencari alternatif sumber dana yang kompetitif dan efisien.

Adapun, komposisi pendanaan CNAF saat ini berasal dari diversifikasi melalui joint financing (JF) dan non joint financing (NJF), baik melalui pinjaman perbankan maupun instrumen pasar modal.

Untuk menjaga efisiensi biaya pendanaan, CNAF juga mengoptimalkan sumber modal alternatif, di antaranya melalui penerbitan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan CIMB Niaga Finance. 

"Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan secara bertahap guna memperoleh skema harga terbaik di pasar," lanjutnya.

Sementara dari sisi pertumbuhan pembiayaan, CNAF menerapkan strategi diversifikasi produk dengan memperbesar porsi pembiayaan haji dan emas. Perusahaan juga mendorong akselerasi digitalisasi melalui aplikasi CNAF Mobile untuk mempercepat layanan dan memperluas penetrasi produk kepada konsumen.

“Kombinasi strategi tersebut terbukti mampu menjaga kinerja bisnis CNAF tetap produktif dan tumbuh stabil di tengah tantangan ekonomi,” tuturnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×