kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

CT: Bank umum jangan digabung dengan bank khusus


Kamis, 17 Juli 2014 / 16:53 WIB
CT: Bank umum jangan digabung dengan bank khusus
ILUSTRASI. BRI Danareksa Sekuritas


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri koordinator bidang perekonomian Chairul Tanjung (CT) menegaskan pihaknya tidak akan melanjutkan proses merger PT Bank Tabungan Negara (BTN) dengan PT Bank Mandiri (BMRI). CT bilang penggabungan Bank memang diperlukan oleh Indonesia, supaya menciptakan sebuah bank yang benar-benar kuat.

Namun demikian, penggabungan harus sesuai dengan arsitektur perbankan nasional. Diantaranya adalah, bank yang dikategorikan umum tidak boleh dimerger atau digabungkan dengan Bank yang dikategorikan khusus.

"Saya sudah bertemu dengan pak Dahlan Iskan (menteri BUMN), dan disepakati seperti itu,” ujar CT, Kamis (17/7) di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati, bahwa penggabungan akan tetap dikaji. Terutama antara bank yang berkategori sama, bukan untuk bank dengan kategori berbeda.

Sebelumnya, pihak Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) menegaskan melarang ada keputusan yang bersifat strategis menjelang pergantian kepemimpinan. Termasuk rencana penggabungan bank BTN dan Bank Mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×