kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana kelolaan DPLK tembus Rp 31 triliun


Minggu, 12 Oktober 2014 / 13:45 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Bekasi Hari Ini 29/4/2023, Jangan Telat Perpanjang SIM


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dana kelolaan industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) tembus Rp 31 triliun sampai akhir Agustus 2014. Itu berarti, bertumbuh sekitar 6,9% ketimbang posisi akhir tahun lalu, yakni Rp 29 triliun.

Daneth Fitrianto, Kepala Bidang Investasi Asosiasi DPLK mengatakan, pertumbuhan dana kelolaan DPLK ditopang oleh kehadiran Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP). Sejak meluncur akhir tahun lalu, sampai saat ini tercatat 20 – 21 perusahaan DPLK berperan aktif ikut menjajakan produk hasil inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut.

Bahkan, berdasarkan catatan OJK, data yang dihimpun dari tujuh pelaku industri, dana kelolaan untuk program pesangon saja sudah mencapai Rp 201 miliar. “Jumlahnya terus bertambah seiring dengan peningkatan partisipasi pelaku lainnya,” ujarnya, kemarin.

Dia memperkirakan, sampai akhir tahun nanti, total dana kelolaan industri DPLK, dari program iuran pasti maupun pesangon bakal tembus Rp 33 triliun atau naik 13,7% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, Ricky Samsico, Kepala Humas Asosiasi DPLK sebelumnya bilang, pertumbuhan dana kelolaan juga akan ditopang oleh peningkatan jumlah peserta. Tidak tanggung-tanggung, peningkatan jumlah peserta diperkirakan mencapai 15% karena kehadiran PPUKP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×