kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.888   12,00   0,07%
  • IDX 6.333   64,71   1,03%
  • KOMPAS100 829   7,01   0,85%
  • LQ45 629   3,52   0,56%
  • ISSI 220   3,07   1,42%
  • IDX30 352   0,89   0,25%
  • IDXHIDIV20 428   -0,85   -0,20%
  • IDX80 95   0,79   0,84%
  • IDXV30 118   0,38   0,32%
  • IDXQ30 112   -0,03   -0,02%

Dana Pensiun BCA Catat Kenaikan Aset Jadi Rp 6,12 Triliun per Maret 2026


Selasa, 12 Mei 2026 / 19:00 WIB
Dana Pensiun BCA Catat Kenaikan Aset Jadi Rp 6,12 Triliun per Maret 2026
ILUSTRASI. DPLK (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA mencatat pertumbuhan aset pada kuartal I-2026 seiring dengan tren kenaikan aset di industri dana pensiun.

Direktur Utama Dapen BCA, Budi Sutrisno menyampaikan aset perusahaan tercatat mencapai sebesar Rp 6,12 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 3,94% secara tahunan (year on year/YoY). 

“Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkembangan industri dana pensiun yang juga mencatat peningkatan aset, didukung oleh hasil investasi yang positif serta penambahan iuran peserta,” ujar Budi kepada Kontan, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BSI) Bukukan Laba Bersih Rp 2,20 Triliun pada kuartal I-2026

Untuk menjaga pertumbuhan aset dan imbal hasil investasi, Dana Pensiun BCA menerapkan strategi investasi secara pruden dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas dan keamanan portofolio.

“Pengelolaan portofolio juga dilakukan secara aktif dengan menyesuaikan komposisi investasi terhadap dinamika suku bunga, kondisi pasar keuangan, serta outlook ekonomi domestik maupun global,” lanjutnya.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penyesuaian komposisi portofolio investasi mengikuti perkembangan pasar keuangan dan pergerakan suku bunga.

“Dalam kondisi tersebut, instrumen seperti SRBI menjadi salah satu alternatif penempatan dana jangka pendek,” katanya. 

Penempatan dana juga tetap dilakukan pada instrumen perbankan dan instrumen investasi lainnya yang disesuaikan dengan profil risiko serta kebutuhan likuiditas dana pensiun.

Sebagai informasi, industri dana pensiun masih melanjutkan tren pertumbuhan hingga Maret 2026. 

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset dana pensiun mencapai Rp 1.684,89 triliun per Maret 2026. Angka tersebut tumbuh 10,49% secara tahunan.

Baca Juga: Bank Muamalat Bidik Pembiayaan SME Tumbuh 30%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×