kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Tumbuh 25% pada Kuartal I-2026


Selasa, 12 Mei 2026 / 18:42 WIB
Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Tumbuh 25% pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Kartu Kredit Bank Mandiri (Dok/Mandiri)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan pertumbuhan positif pada bisnis kartu kredit sepanjang kuartal I-2026.

VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengatakan, transaksi kartu kredit Bank Mandiri meningkat 25% secara tahunan atau year on year (YoY) pada tiga bulan pertama tahun ini. Sejalan dengan itu, baki debet kartu kredit juga tumbuh 10,1% YoY.

“Pertumbuhan ini mencerminkan masih terjaganya daya beli masyarakat, khususnya pada segmen nasabah konsumtif dan kelas menengah,” ujar Agus kepada Kontan.co.id.

Menurutnya, pertumbuhan transaksi didorong oleh peningkatan layanan, antusiasme nasabah terhadap berbagai program promosi, serta kemudahan transaksi cicilan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup masyarakat.

Baca Juga: Outstanding Kartu Kredit BCA Tumbuh 6,8% per Maret 2026

Bank Mandiri juga memproyeksikan bisnis kartu kredit masih akan tumbuh positif hingga akhir 2026. Tren tersebut didukung meningkatnya adopsi transaksi digital dan membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat.

Agus bilang, perseroan akan menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan ekosistem pembayaran, peningkatan kualitas layanan, serta penyediaan program dan fitur yang sesuai kebutuhan nasabah.

“Bank Mandiri akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui penguatan ekosistem pembayaran dan pengembangan fitur yang relevan dengan kebutuhan nasabah,” katanya.

Di sisi kualitas aset, Agus memastikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit masih terjaga dan menunjukkan perbaikan secara bertahap dari bulan ke bulan.

Menurutnya, kondisi tersebut ditopang strategi akuisisi nasabah yang semakin selektif dan terarah sehingga kualitas pemegang kartu kredit Bank Mandiri menjadi lebih baik.

Selain itu, perseroan juga memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta monitoring kualitas portofolio guna menjaga kesehatan bisnis kartu kredit di tengah tantangan ekonomi.

Baca Juga: AAUI Nilai Pelemahan Rupiah Dapat Memberikan Dampak terhadap Bisnis Reasuransi

Untuk menggenjot bisnis kartu kredit, Bank Mandiri terus memperkuat layanan digital. Salah satunya melalui integrasi kartu kredit dengan aplikasi Livin’ by Mandiri yang memungkinkan transaksi menggunakan QRIS.

Agus menyebut fitur tersebut memberikan kemudahan transaksi yang cepat dan praktis bagi nasabah dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

Perseroan juga mengandalkan program cicilan 0% di berbagai merchant domestik maupun internasional serta pengembangan ekosistem pembayaran digital untuk meningkatkan pengalaman transaksi nasabah.

“Pengembangan ekosistem pembayaran digital secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri dalam meningkatkan pengalaman transaksi nasabah,” tutup Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×