kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Dana Pensiun BTN Jaga Kinerja di Tengah Bertambahnya Peserta Pensiun


Selasa, 27 Januari 2026 / 21:56 WIB
Dana Pensiun BTN Jaga Kinerja di Tengah Bertambahnya Peserta Pensiun
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di BTN Digital Store (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (Dapen BTN) menyebut kinerja pengelolaan dana pensiun tetap berada dalam kondisi terjaga, meskipun menghadapi tantangan struktural berupa meningkatnya jumlah peserta yang memasuki masa pensiun tanpa diimbangi penambahan peserta baru.

Direktur Investasi Dana Pensiun BTN Adi Santoso Budidarma mengatakan, dari sisi pendanaan, pengelola secara konsisten melakukan pemantauan kecukupan aset terhadap kewajiban aktuaria guna memastikan pemenuhan manfaat pensiun tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Pengurus secara konsisten menjaga kecukupan pendanaan agar tetap sesuai dengan ketentuan regulator dan arahan Pendiri,” ujar Adi kepada Kontan, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Dapen BCA Jaga Rasio Pendanaan di Tengah Melambatnya Penambahan Peserta

Dari sisi investasi, meskipun volatilitas pasar dan ketidakpastian global memberikan tekanan jangka pendek, portofolio investasi Dapen BTN secara keseluruhan masih mampu mencatatkan imbal hasil yang sejalan dengan rencana bisnis serta kebutuhan pemenuhan kewajiban jangka panjang.

Seiring meningkatnya jumlah peserta yang memasuki masa pensiun, strategi investasi Dapen BTN diarahkan pada penyelarasan antara jatuh tempo aset dan kewajiban. Pendekatan tersebut dilakukan melalui penerapan Liability Driven Investment (LDI) dengan kerangka Asset-Liability Management (ALM).

“Strategi investasi difokuskan pada keseimbangan antara penyelarasan jatuh tempo aset dengan kewajiban dan optimalisasi imbal hasil, dengan meningkatkan porsi aset berpendapatan tetap yang memiliki likuiditas baik dan imbal hasil optimal,” jelas Adi.

Selain itu, Dapen BTN tetap mempertahankan eksposur terukur pada instrumen investasi lainnya melalui diversifikasi tenor dan instrumen, serta pengelolaan durasi portofolio yang lebih selaras dengan profil kewajiban. 

Untuk itu ke depannya, Dapen BTN menargetkan kinerja pendanaan yang stabil dan berkelanjutan dengan menjaga kecukupan aset terhadap kewajiban jangka panjang. Dari sisi investasi, target imbal hasil diarahkan untuk minimal memenuhi atau melampaui tingkat bunga teknis atau aktuaria dengan volatilitas yang tetap terkendali.

“Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas Dana Pensiun BTN dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memberikan kepastian pemenuhan kewajiban kepada peserta secara berkesinambungan,” kata Adi.

Baca Juga: Dapen BPD Jateng Jual Sebagian Saham, Begini Gerak Saham YOII

Berdasarkan data terakhir hingga akhir 2025, Adi mengklaim kinerja Dana Pensiun BTN dinilai tetap terjaga, yang tercermin dari pengelolaan aset, kepatuhan terhadap regulasi, serta pencapaian hasil usaha dan indikator utama lainnya yang sejalan dengan rencana bisnis dan ketentuan regulator.

Selanjutnya: Wall Street Dibuka Mixed Selasa (27/1), Saham Asuransi Tertekan Isu Tarif Medicare

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 3 Ganda Indonesia ke 16 Besar, Segel 1 Tiket 8 Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×