kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Danamon belum putuskan opsi pelepasan saham Adira


Senin, 26 Oktober 2015 / 18:51 WIB
Danamon belum putuskan opsi pelepasan saham Adira


Reporter: Mona Tobing | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia (Tbk) selaku pemegang saham PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) belum memutuskan pilihan terkait beberapa opsi pelepasan saham ke publik.

Seperti diketahui, dalam waktu dekat, Adira Finance akan melepas sahamnya sebesar 2,5% dalam upaya mencapai ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Vera Eve Lim, Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia (Tbk), mengatakan, pihaknya masih mengkaji rencana untuk melepas saham ke publik. Ia memastikan akan melepas saham 2,5% agar sesuai ketentuan.

Namun sampai mana kajian akan melepas saham Adira Finance, Vera belum mau menjelaskannya lebih lanjut. Begitu juga dengan potensi dana yang akan diperoleh anak usaha Bank Danamon.

Hal itu merujuk peraturan Direksi BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014 perihal perubahan peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.

Kebijakan BEI mengenai batas minimum saham publik beredar (free float) sebesar 7,5%. Peraturan tersebut wajib dipenuhi dalam jangka waktu 24 bulan sejak ditetapkan pada 30 Januari 2014.

BEI menentukan, free float minimal 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor. Sementara jumlah pemegang saham minimal 300 pemegang saham yang memiliki rekening Efek di anggota bursa efek.

Willy S. Dharma, Direktur Utama Adira Finance mengaku belum dapat memutuskan opsi rights issue atau divestasi. Menurutnya, semua tergantung pemegang saham. Namun ia memastikan, dalam waktu dekat akan diputuskan opsi pelepasan saham.

Opsi penambahan saham bisa dilakukan dengan rights issue atau divestasi pemegang saham mayoritas.

Jika memakai opsi rights issue, tentu Adira Finance memperoleh dana segar. Tapi jika sang induk melakukan divestasi, maka pemegang saham yang mendapatkan uang.

Namun Willy mengatakan, perolehan dana segar bukan lantas menjadi prioritas Adira Finance. "Kami hanya ingin mematuhi ketentuan BEI saja," imbuh Willy.

Sebagaimana diketahui, jumlah pemegang saham mayoritas perseroan adalah Bank Danamon. Bank Danamon menggenggam 95%, sementara publik hanya memiliki 5% saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×