kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Dapat Kuota Subsidi 73.000 Unit, BSN Siap Perkuat KPR Syariah


Jumat, 30 Januari 2026 / 19:38 WIB
Dapat Kuota Subsidi 73.000 Unit, BSN Siap Perkuat KPR Syariah
ILUSTRASI. Rakernas Bank Syariah Nasional (BSN) (DOK/BSN)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pemimpin di pembiayaan perumahan berbasis syariah, meski mulai agresif menggarap pembiayaan non-KPR.

Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta mengatakan, KPR syariah masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan, terutama di segmen rumah subsidi.

“Pertumbuhan terbesar tahun lalu justru dari KPR subsidi. Realisasi kreditnya tumbuh hampir di atas 20%,” ujar Yut Penta pasca pembukaan BTN Expo di Jakarta, Rabu (28/1/2025).

Baca Juga: BSN Bidik Pembiayaan Emas Syariah Tembus Rp 1 Triliun pada 2026

Menariknya, Yut Penta menilai minat generasi muda terhadap KPR dengan prinsip syariah terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu pendorong BSN untuk tetap menjaga kepemimpinan di sektor pembiayaan perumahan syariah.

Untuk 2026, BSN juga memperoleh peningkatan kuota rumah subsidi menjadi sebesar 73.000 unit, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 59.000 unit. Kenaikan kuota inilah yang bakal dimanfaatkan BSN untuk mendorong pertumbuhan KPR syariah bank. 

“Strategi paling sederhana kami adalah meningkatkan kapasitas, karena kuota naik. Tapi di sisi lain, kami juga perlu efisiensi karena sifat bisnis KPR subsidi itu sangat retail,” jelas Yut Penta.

Dari sisi pemasaran, BSN akan memperkuat komunikasi kepada masyarakat bahwa bank kini sudah beroperasi penuh dan layanan KPR syariah dapat diakses lebih luas. Maklum, sekadar mengingatkan, BSN memang baru resmi beroperasi sebagai bank umum syariah (BUS) pada 22 Desember 2025 lalu. 

Meski pembiayaan non-KPR seperti emas dan multi jasa bakak digenjot lebih agresif sebagai wujud diversifikasi portofolio bank, Yut Penta menegaskan strategi utama BSN tetap menjaga posisi sebagai leader KPR berbasis syariah di Indonesia.

Selanjutnya: KPK Ungkap Alasan Belum Tahan Gus Yaqut Meski Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 10 Wakil Indonesia Tembus 4 Besar, Segel 3 Tiket Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×