Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk mengakui penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) menghadapi tantangan pada kuartal I-2026, terutama akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, pertumbuhan KPR perseroan masih cenderung moderat pada awal tahun ini.
“Penyaluran KPR cenderung melambat, seiring tekanan daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi global yang turut memengaruhi kemampuan pembayaran debitur,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Bank Jago (ARTO) Rayakan 5 Tahun Aplikasi Jago, Pengguna Tembus 15,2 Juta
Meski demikian, Kunardy optimistis kinerja KPR dapat kembali meningkat pada kuartal berikutnya, dengan tetap menjaga kualitas aset agar tetap sehat.
Dari sisi sumber penyaluran, ia menjelaskan tantangan juga datang dari terbatasnya aplikasi kredit yang masih didominasi pasar sekunder, seperti pembelian rumah second, take over, dan refinancing.
“Di antara ketiganya, take over menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 71% dari total portofolio KPR,” jelasnya.
Ia juga mencermati meningkatnya jumlah bank yang menawarkan produk serupa di awal tahun ini, sehingga menciptakan persaingan yang semakin ketat di segmen KPR.
Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai peluang bagi KB Bank untuk meningkatkan nilai penawaran dan kualitas layanan kepada nasabah.
Baca Juga: Asbanda Dorong Transformasi BPD Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sebelumnya, KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit secara keseluruhan pada 2026 di kisaran 12%–15%. Adapun kontribusi KPR ditargetkan tumbuh sekitar 6%–8% sepanjang tahun ini.
Ke depan, perseroan akan lebih selektif dalam menyalurkan KPR dengan memperkuat proses underwriting guna memitigasi risiko kredit bermasalah.
Selain itu, KB Bank juga akan mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti agen properti, pengembang, perusahaan teknologi finansial (fintech), serta jaringan referral internal dan eksternal sebagai sumber utama aplikasi kredit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













