Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank DBS Indonesia angkat bicara soal beredarnya rumor merger dengan Bank Central Asia (BCA) yang ramai dibicarakan di media sosial.
Head of Group Marketing & Communication Bank DBS Indonesia Mona Monika memastikan bahwa rumor yang beredar tersebut tak benar. “Isu tersebut tidak benar adanya,” ujarnya singkat saat dihubungi Kontan, Kamis (29/10/2026).
Pada Rabu (28/10/2026) kemarin, media sosial diramaikan dengan isu merger antara dua bank swasta besar ini.
Baca Juga: Sarana Menara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp 2 Triliun dari CIMB Niaga
Spekulasi ini muncul di tengah penguatan harga saham BBCA hingga 7% dalam sehari kemarin, mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cuman menguat 0,31%.
DBS Bank yang berbasis di Singapura sebelumnya juga telah membantah rumor tersebut. “Rumor tersebut tidak benar,” sebut Juru Bicara DBS Bank, dilansir dari The Straits Times.
Dalam spekulasi yang beredar, BCA diisukan bakal menjadi entitas yang bertahan setelah merger. Disebutkan juga bahwa pemegang saham DBS Indonesia bakal menerima saham baru BCA sebagai kompensasi.
Ini menjadi rumor merger kedua yang menerpa BCA. Mengingatkan saja, belum lama ini BCA juga diisukan bakal dibeli oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam.
Baca Juga: BNI Siapkan Buyback Saham Rp 547 Miliar hingga Januari 2027
Namun, BCA segera menepis kabar tersebut dan memastikan bakal beroperasi dengan prinsip kehati-hatian.
Hingga akhir perdagangan sesi I Kamis (29/10/2026) hari ini, BBCA ditutup di harga Rp 5.050 per saham, melemah 4,27% dalam sehari. Sejak awal tahun, level harga ini mencerminkan pelemahan sebesar 37,46%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














