kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

DBS Indonesia: Kredit stagnan karena pasar sedang lesu


Kamis, 01 Maret 2018 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Paulus Sutisna, Dirut PT Bank DBS Indonesia


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan kredit yang stagnan di tahun 2017 lalu. Penyaluran kredit DBS Indonesia per Desember 2017 sebesar Rp 39,82 triliun, menurun 0,62% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 40,07 triliun.

CEO DBS Indonesia, Paulus Sutisna menjelaskan, pasar sedang lesu di tahun 2017. Jadi pihaknya tidak bisa memaksakan pertumbuhan kredit untuk tinggi karena ada prinsip kehati-hatian yang perlu dipertimbangkan.

“Perekonomian kurang begitu bagus dan kita memilih untuk prudence. Kami genjot di luar kredit seperti cash management, produk tresuri, dan hedging,” jelas Paulus kepada Kontan.co.id, Rabu (28/2).

Ke depan, fokus DBS Indonesia lebih kepada pengembangan produk digital banking Digibank. Targetnya, dalam lima tahun ke depan, sudah ada 3,5 juta pengguna Digibank.

“Dengan berkembangnya Digibank, maka secara keseluruhan bisnis akan terbantu. Itu dikarenakan semua produk bank nantinya akan tersedia di aplikasi Digibank,” jelas Paulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×