kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Di tengah pandemi, bisnis Investree diklaim masih stabil


Kamis, 14 Mei 2020 / 22:04 WIB
ILUSTRASI. Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Adrian Gunadi, saat berkunjung ke Redaksi Kontan, Jakarta (29/11). AFPI sebagai organisasi yang mewadahi industri P2P lending di Indonesia, hingga oktaber 2018 ini tercatat perolehan rekening pemi


Reporter: Annisa Fadila | Editor: Tendi Mahadi

Adrian mengatakan, bagi usaha yang terdampak serta memiliki risiko terhadap kondisi keuangan, pengajuan restrukturisasi akan di prioritaskan berdasarkan analsis kelayakan Investree. Sedangkan bagi usaha yang tidak terdampak akan menjadi prioritas berikutnya.

Perlu diketahui, saat ini Investree telah menerima permintaan restrukturisasi dari industri yang terdampak, seperti bisnis kuliner dan ritel yang khususnya bergantung pada penjualan di toko offline.

Baca Juga: Gara-gara corona, penyaluran pinjaman Akseleran turun hingga 40%

Meski begitu, Adrian menegaskan proses restrukturisasi tidak berdampak terhadap bisnis Investree karena portofolio pinjaman di Investree di dominasi oleh invoice financing.

“Nantinya, setelah menerima permintaan restrukturisasi, Investree akan melakukan analisis kelayakan untuk menentukan apakah restrukturisasi tersebut dapat dijalankan. Sebelumnya, Investree akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan lender terkait restrukturisasi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×