kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Di tengah pandemi, bisnis Investree diklaim masih stabil


Kamis, 14 Mei 2020 / 22:04 WIB
ILUSTRASI. Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Adrian Gunadi, saat berkunjung ke Redaksi Kontan, Jakarta (29/11). AFPI sebagai organisasi yang mewadahi industri P2P lending di Indonesia, hingga oktaber 2018 ini tercatat perolehan rekening pemi


Reporter: Annisa Fadila | Editor: Tendi Mahadi

Adrian mengatakan, bagi usaha yang terdampak serta memiliki risiko terhadap kondisi keuangan, pengajuan restrukturisasi akan di prioritaskan berdasarkan analsis kelayakan Investree. Sedangkan bagi usaha yang tidak terdampak akan menjadi prioritas berikutnya.

Perlu diketahui, saat ini Investree telah menerima permintaan restrukturisasi dari industri yang terdampak, seperti bisnis kuliner dan ritel yang khususnya bergantung pada penjualan di toko offline.

Baca Juga: Gara-gara corona, penyaluran pinjaman Akseleran turun hingga 40%

Meski begitu, Adrian menegaskan proses restrukturisasi tidak berdampak terhadap bisnis Investree karena portofolio pinjaman di Investree di dominasi oleh invoice financing.

“Nantinya, setelah menerima permintaan restrukturisasi, Investree akan melakukan analisis kelayakan untuk menentukan apakah restrukturisasi tersebut dapat dijalankan. Sebelumnya, Investree akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan lender terkait restrukturisasi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×