Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Digitalisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus didorong untuk mempercepat akses administrasi peserta.
Namun, keterbatasan jaringan, kondisi geografis dan literasi digital membuat layanan tatap muka masih diperlukan, terutama di sejumlah wilayah.
BPJS Kesehatan karena itu tetap mempertahankan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling. Layanan ini ditujukan untuk menjangkau peserta yang belum sepenuhnya dapat mengakses layanan digital.
Baca Juga: Uang Pekerja Migran Makin Deras, Bisnis Remitansi Bank Makin Menjanjikan
Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, pengembangan kanal digital perlu berjalan beriringan dengan layanan tatap muka karena kondisi akses di setiap daerah tidak sama.
"BPJS Kesehatan memang telah mengembangkan berbagai kanal digital untuk mempermudah akses layanan peserta. Namun di sisi lain, kami juga memahami bahwa tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi, seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat yang berbeda-beda," ujar Iqbal saat mengunjungi Puskesmas Warnasari Pangalengan, Bandung, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, kebutuhan layanan peserta juga berbeda antara wilayah perkotaan dan daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur digital.
Karena itu, BPJS Keliling menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kesenjangan akses tersebut.
Baca Juga: Pinjol Ilegal Masih Bermunculan, OJK Ungkap 951 Entitas Dihentikan
Melalui layanan ini, peserta dapat memperoleh informasi JKN, melakukan perubahan data dan pendaftaran peserta, berkonsultasi mengenai administrasi hingga menyampaikan pengaduan tanpa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan.
"Dalam memberikan layanan, kami harus melihat dari sudut pandang peserta. Ada masyarakat yang lebih nyaman menggunakan layanan digital, tetapi ada juga yang membutuhkan layanan secara langsung," kata Iqbal.
Digitalisasi tetap berjalan
Di sisi lain, BPJS Kesehatan tetap mengembangkan layanan digital melalui Mobile JKN. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai layanan mandiri, mulai dari administrasi kepesertaan, antrean pelayanan hingga telekonsultasi.
Peserta juga dapat mengakses layanan administrasi tanpa tatap muka melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Care Center 165, media sosial resmi BPJS Kesehatan serta Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) melalui video conference.
Baca Juga: SMBC Indonesia (BTPN) Bayar Bunga Obligasi Rp 23,99 Miliar, Simak Rinciannya
Pengembangan berbagai kanal tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi layanan JKN tidak sepenuhnya menggantikan layanan konvensional.
Kedua pendekatan masih diperlukan untuk menjangkau peserta dengan kondisi dan kemampuan akses yang berbeda.
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timbul Siregar mengatakan, layanan jemput bola masih dibutuhkan untuk mendekatkan administrasi JKN kepada masyarakat yang menghadapi kendala akses.
"Kehadiran BPJS Keliling menjadi bentuk pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu peserta menyelesaikan kebutuhan administrasi kepesertaan JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh," ujar Timbul.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Warnasari Pangalengan Bandung Eti Rosmalia mengatakan, fasilitas kesehatan juga memiliki peran dalam membantu peserta memahami administrasi kepesertaan JKN.
Baca Juga: Deposito Bank Swasta Susut di Era Suku Bunga Tinggi, Punya Himbara Masih Merekah
Salah satunya melalui edukasi mengenai prosedur pengaktifan kembali kepesertaan bagi peserta yang sebelumnya dinonaktifkan.
"Puskesmas akan membantu tetapi untuk proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Eti.
Selain membantu aspek administrasi, puskesmas juga menjalankan fungsi promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Dengan kondisi akses digital yang belum merata, penguatan layanan JKN ke depan tidak hanya bergantung pada transformasi digital.
Layanan tatap muka dan jemput bola masih menjadi bagian penting untuk memastikan peserta di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur maupun literasi digital tetap dapat mengakses administrasi JKN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














