Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skema pembayaran cicilan 50:50 untuk pembiayaan kendaraan terbilang sudah diimplementasikan perusahaan multifinance belakangan ini.
Dengan skema itu, konsumen cukup membayar 50% dari harga kendaraan di awal, kemudian melunasi sisa pembayarannya pada akhir periode.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan menyampaikan skema pembayaran cicilan 50:50 dapat menjadi salah satu alternatif struktur pembayaran di industri multifinance.
Baca Juga: ACC Sebut Kinerja Pembiayaan Multiguna Tunjukkan Pertumbuhan pada Februari 2026
Mengenai hal itu, PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menyatakan sudah menyediakan skema cicilan 50:50 sebagai salah satu pilihan pembiayaan kendaraan.
EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, karakteristik kendaraan, serta ketentuan program yang berlaku.
"Skema itu merupakan bagian dari beragam pilihan pembiayaan yang disediakan perusahaan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (17/9).
Dalam pengelolaan risiko, Riadi menerangkan skema pembiayaan tertentu tidak secara langsung menjamin penurunan tingkat kredit macet atau Non Performing Financing (NPF).
Dia bilang kualitas portofolio ACC tetap dijaga melalui proses analisis kelayakan kredit, penilaian kemampuan membayar, penerapan prinsip kehati-hatian, serta pemantauan pembayaran secara berkala.
Baca Juga: Pasar Mobil Bergairah, ACC Sebut Pembiayaan Masih Perlu Dicermati
Untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kendaraan, Riadi mengatakan ACC akan menerapkan sejumlah upaya.
Dia bilang perusahaan terus memperkuat pembiayaan kendaraan melalui pengembangan kerja sama dengan dealer dan mitra strategis, penyediaan pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan kanal digital.
"Seluruh upaya tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasar dan kualitas portofolio," ujarnya.
Hingga Agustus 2026, Riadi menyampaikan ACC telah menyalurkan pembiayaan kendaraan sebesar Rp 30,7 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














