kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Diminta tekan NPL jadi 1,5%, ini upaya Bank Jatim


Rabu, 22 April 2015 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Simak jadwal terbaru KRL Solo-Jogja, Sabtu 11 November & Minggu, 12 November 2023


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) memiliki tantangan berat. Salah satunya adalah rasio kredit macet alias non performing loan (NPL) yang mencapai 3,3% di akhir 2014.

Bank dengan sandi saham BJTM ini pun diberikan pekerjaan rumah untuk menekan NPL hingga 1,5%. "Permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar NPL kami bisa 1,5%. Sebenarnya ini berat, tapi kami rasa bisa," ujar Bambang Roshadi, Sekretaris Perusahaan Bank Jatim, Rabu (22/4).

Selama ini, kata Bambang, kontributor NPL di Bank Jatim berasal dari sektor konstruksi. Namun lanjut dia, NPL tersebut terjadi bukan karena debitur tidak membayar, melainkan ada keterlambatan pembayaran.

Agar bisa menekan NPL, Bambang bilang, Bank Jatim akan meningkatkan proses penagihan kepada para debitur. Meski yakin bisa menekan NPL menjadi 1,5%, rencana bisnis Bank Jatim hanya menargetkan NPL mencapai 2,6% di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×