kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.145   -2,00   -0,01%
  • IDX 5.391   17,44   0,32%
  • KOMPAS100 700   4,20   0,60%
  • LQ45 545   2,37   0,44%
  • ISSI 184   0,71   0,39%
  • IDX30 305   1,04   0,34%
  • IDXHIDIV20 403   2,17   0,54%
  • IDX80 81   0,50   0,62%
  • IDXV30 113   1,58   1,42%
  • IDXQ30 102   0,18   0,17%

Dimulai Hari Ini, BSI Buyback Saham Rp 500 Miliar hingga Januari 2027


Selasa, 27 Oktober 2026 / 08:58 WIB
Dimulai Hari Ini, BSI Buyback Saham Rp 500 Miliar hingga Januari 2027
ILUSTRASI. Bank Syariah Indonesia (BRIS) menyiapkan dana maksimal Rp 500 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyiapkan dana maksimal Rp 500 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 27 Oktober 2026 hingga 26 Januari 2027.

Dalam keterbukaan informasi di BEI yang diterbitkan pada 26 Oktober 2026, BSI menyebutkan bahwa pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta surat OJK tertanggal 9 September 2026 mengenai kebijakan pembelian kembali saham perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

BSI akan melaksanakan buyback melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), baik secara bertahap maupun sekaligus. Dana yang disiapkan maksimal Rp 500 miliar, termasuk biaya transaksi dan biaya lain yang timbul dari pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Baca Juga: Lanjutkan Buyback Saham, BRI Siapkan Dana Hingga Rp 1 Triliun

Perseroan akan menggunakan kas internal untuk membiayai buyback. BSI menegaskan, pelaksanaannya akan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan permodalan serta mengikuti ketentuan yang berlaku.

BSI memperkirakan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan. Pasalnya, perseroan menilai memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk menjalankan operasional serta memenuhi kewajibannya.

Dalam proforma keuangan berdasarkan laporan per 30 Juni 2026, BSI memperkirakan total aset akan turun dari Rp 464,51 triliun menjadi Rp 464,01 triliun setelah buyback. Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan berkurang dari Rp 51,04 triliun menjadi Rp 50,54 triliun.

Di sisi lain, laba bersih per saham atau earnings per share (EPS) diperkirakan meningkat dari Rp 90,09 menjadi Rp 91,06. Adapun laba bersih diproyeksikan tetap sebesar Rp 4,16 triliun.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diperkirakan turun dari 20,41% menjadi 20,19%. Sementara itu, rasio pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) diproyeksikan meningkat tipis dari 18,14% menjadi 18,18%.

 

Selain itu, dana buyback bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun. BSI juga memastikan pelaksanaan buyback tidak menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

Adapun saham hasil buyback akan dialihkan sesuai dengan ketentuan OJK mengenai pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×