kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Potensi Ekspor UMKM Binaan BCA Tembus Rp 148,75 Miliar, Naik 34,12%


Senin, 26 Oktober 2026 / 22:28 WIB
Potensi Ekspor UMKM Binaan BCA Tembus Rp 148,75 Miliar, Naik 34,12%
ILUSTRASI. Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 (dok/BCA)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional melalui program BCA UMKM Go Export. 

Sebanyak 12 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan BCA membukukan potensi nilai ekspor Rp 148,75 miliar dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Capaian ini meningkat 34,12% dibandingkan dengan potensi ekspor pada pameran tahun lalu yang mencapai Rp 110,9 miliar.

Melalui program BCA UMKM Go Export, BCA memfasilitasi 12 UMKM binaan Bakti BCA untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus menjajaki peluang bisnis dengan pembeli internasional dalam TEI 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Baca Juga: RoI Dana Pensiun Naik Jadi 2,12% per Agustus 2026, Ini Penjelasan ADPI

Selama pameran, para peserta mencatatkan 122 kegiatan business matching dan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Rangkaian pertemuan tersebut membuka peluang jejaring bisnis dengan mitra dari 20 negara tujuan, dengan potensi transaksi ekspor mencapai US$ 8,32 juta atau setara Rp 148,75 miliar.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan UMKM Indonesia memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing di pasar internasional. Namun, untuk menembus pasar global, pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga kesiapan produk, legalitas, dan akses ke calon pembeli.

“Melalui BCA UMKM Go Export, kami mendampingi pelaku usaha secara bertahap, mulai dari meningkatkan kesiapan legalitas, sertifikasi, dan perizinan produk internasional, pembuatan company profile, katalog, hingga memperluas akses pasar dan mempertemukan mereka dengan calon pembeli,” ujar Hera.

Ia berharap partisipasi dalam TEI 2026 dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan dan mendorong semakin banyak UMKM Indonesia memasuki pasar ekspor.

Keikutsertaan 12 UMKM tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan yang dilakukan BCA sebelum pameran. Persiapan diawali dengan kurasi terhadap 148 UMKM binaan periode 2023–2025. Peserta kemudian mengikuti tiga kelas inkubasi daring untuk memperkuat kesiapan memasuki pasar internasional.

Materi pembekalan mencakup pengembangan produk dan katalog ekspor untuk segmen bisnis ke bisnis (business-to-business/B2B), strategi negosiasi harga dan pemesanan sampel (sample order), serta simulasi transaksi ekspor dan mekanisme pembayaran yang aman.

Dari proses tersebut, UMKM terpilih berasal dari dua sektor utama, yakni makanan dan minuman (food & beverages) serta pertanian (agriculture). Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari kopi dan kakao, rempah-rempah dan bahan alami, hasil pertanian dan benih, mi kering dan mi instan, saus dan bumbu, hingga makanan nabati serta produk pangan beku (frozen food).

Baca Juga: Indonesia Re:Implementasi PSAK 117 Ubah Cara Industri Menilai Kinerja & Kelola Risiko

Selain membuka akses pasar, BCA turut menawarkan solusi perbankan untuk mendukung kebutuhan UMKM berorientasi ekspor. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan modal kerja, layanan penerimaan pembayaran dari luar negeri, serta berbagai solusi pembayaran lainnya.

Menurut Hera, perluasan pasar perlu diimbangi dengan kesiapan operasional dan dukungan finansial yang sesuai agar peluang bisnis yang diperoleh selama pameran dapat berlanjut menjadi transaksi nyata.

“Bagi BCA, perluasan akses pasar perlu berjalan seiring dengan kesiapan usaha dan dukungan finansial yang sesuai. Kami berharap partisipasi di TEI 2026 menjadi langkah awal bagi UMKM binaan untuk menindaklanjuti peluang bisnis, mulai dari negosiasi dan pemesanan hingga realisasi ekspor,” jelasnya.

BCA, lanjut Hera, akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui pembinaan, perluasan akses pasar, dan penyediaan solusi perbankan yang relevan dengan kebutuhan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×