kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Disuspen, Magnus Capital merugi Rp 1,42 miliar


Senin, 03 Oktober 2016 / 22:48 WIB
Disuspen, Magnus Capital merugi Rp 1,42 miliar

Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

JAKARTA. Sejak 13 Mei lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi mensuspensi aktifitas perdagangan PT Magnus Capital. Akibat suspensi itu, rugi bersih yang diderita Magnus semakin membesar.

Merujuk laporan keuangan semester I 2016, rugi bersih Magnus tercatat Rp 1,42 miliar. Kerugian ini meningkat sekitar 568%, dibandingkan kuartal I 2016 saat Magnus mencetak kerugian Rp 252,59 juta.

Hal ini terjadi lantaran kegiatan perantara efek tidak tidak berjalan sebagaimana mestinya. Terbukti per Juni 2016, pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek Magnus hanya naik 0,83% menjadi Rp 584,05 juta, dari akhir kuartal I 2016 yang sebesar Rp 579,24 juta.

Secara sederhana bisa digambarkan, pada kuartal II atau periode April-Juni 2016, tambahan uang yang masuk dari aktivitas perantara perdagangan efek Magnus hanya sebanyak Rp 4,81 juta saja.

Beruntung, diluar aktivitas perdagangannya, Magnus masih memperoleh tambahan pendapatan dividen dan bunga bersih. Sehingga jika ditotal, pendapatan usaha Magnus di Semester I 2016 berjumlah Rp 1,02 miliar. Adapun total pendapatan usaha di kuartal I 2016 bernilai Rp 767,71 juta.

BEI beralasan, suspensi yang dijatuhkan kepada Magnus karena otoritas tidak dapat meyakini keakuratan dan kecukupan nilai MKBD, pelaksanaan manajemen risiko dan pengendalian internal di tubuh Magnus. Hingga kini, tidak jelas kapan suspensi yang telah berlangsung lebih dari 4 bulan tersebut akan dicabut oleh BEI.

Namun yang jelas, nama Magnus Capital marak diberitakan terkait aksi penipuan yang dilakukan oleh E.P. Larasati, mantan pegawai PT Reliance Securities. Larasati sendiri kini sudah menjadi tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sejak Agustus lalu, dan tengah menjalani proses pemeriksaan.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×