kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.968   55,00   0,31%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Dituding lemah dalam melakukan pengawasan, OJK: Kami tak tinggal diam


Selasa, 07 Juli 2020 / 19:43 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah peserta menyimak paparan Direktur Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tris Yulianta sosialisasi layanan sistem elektronik pencatatan inovasi keuangan digital di ruangan OJK 'Innovation Center for Digital Financial Technology' (I


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Ini pula yang terjadi di SNP Finance alias PT Sunprima Nusantara Pembiayaan. Pemalsuan jaminan kredit yang dilakukan SNP Finance kepada sejumlah bank diklaim Anto mulanya ditemukan oleh OJK yang menyisir cabang-cabang SNP Finance di daerah secara khusus untuk memeriksa laporan keuangannya.

Temuan tersebut yang kemudian diserahkan dan ditindaklanjuti kepolisian hingga mencuat ke publik.

Baca Juga: Duh, argo bunga jalan terus, liabilitas Jiwasraya menembus Rp 52,9 triliun

Anto bilang sejatinya semua masalah yang mendera industri keuangan, dan spesifik kepada sebuah perusahaan sejatinya mesti diselesaikan oleh pemilik perusahaan itu dahulu. Ini pula yang menjadi fokus dalam menyelesaikan masalah permodalan di sejumlah bank.

PT Bank Muamalat Tbk misalnya proses penambahan modalnya masih terkatung-katung hingga kini. Perseroan mesti tiga kali menyusun ulang rencana penambahan modal sejak 2017.

Komitmen ketersediaan dana, dan pemenuhan regulasi disebut Anto jadi aspek paling penting buat OJK merestui calon-calon investor bank.

Baca Juga: Bank Mandiri akan jaga biaya dana di kisaran 2,6%-2,8% hingga akhir tahun

Sebagai catatan, pada Bank Muamalat sejumlah nama investor seperti Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, Dato Sri Tahir sempat digadang jadi pemilik Muamalat selanjutnya. Sayang OJK tak memberi restu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×