CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.544   15,00   0,09%
  • IDX 6.702   24,12   0,36%
  • KOMPAS100 882   4,93   0,56%
  • LQ45 668   3,51   0,53%
  • ISSI 234   0,64   0,27%
  • IDX30 371   1,43   0,39%
  • IDXHIDIV20 459   2,10   0,46%
  • IDX80 100   0,59   0,59%
  • IDXV30 128   0,75   0,59%
  • IDXQ30 119   0,49   0,41%

Divestasi saham Artajasa ditarget rampung bulan ini


Senin, 02 Maret 2020 / 22:35 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Artajasa


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi divestasi saham entitas anak PT Indosat Tbk (ISAT), yaitu PT Aplikanusa Lintasarta terhadap 55% kepemilikan sahamnya di PT Artajasa Pembayaran Elektronis diharapkan dapat rampung Maret 2020 ini.

“Semoga bisa selesai bulan ini. Sekarang pelaksanaannya juga masih dalam proses. Soal pembelinya belum bisa disampaikan saat ini. Nanti akan kami sampaikan saat transaksi selesai,” kata Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena kepada Kontan.co.id, Senin (2/3).

Maret 2020 memang jadi tenggat dari ketentuan Bank Indonesia yang membatasi kepemilikan asing pada penyelenggara Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Artajasa yang merupakan operator ATM Bersama merupakan satu dari empat lembaga switching yang dapat meproses transaksi dalam ekosistem GPN.

Baca Juga: Lintasarta bakal lepas 55% saham Artajasa?

Sementara 72,36% saham Lintasarta dikuasai Indosat yang 65% sahamnya dikuasai entitas asing yaitu Ooredoo Asia Pte Ltd.

Ketentuan bank sentral itu pula yang jadi alasan pada 2018, Lintasarta mulai melakukan aksi divestasi sahamnya di Artajasa hingga menyisakan 55% saja. Meskipun masih mayoritas, namun pengendalian Lintasarta di Artajasa lenyap, sebab hanya 20% saham yang dimiliki dengan hak suara, sedangkan 35% saham sisanya tanpa hak suara. 

Indosat mengaku dapat untung Rp 924,89 miliar atas hilangnya pengendaian Lintasarta terhadap Artajasa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×