kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

DP rumah pertama 0% berpotensi meningkatkan risiko kredit


Minggu, 24 Juni 2018 / 11:00 WIB
DP rumah pertama 0% berpotensi meningkatkan risiko kredit


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana merelaksasi aturan loan to value. Dalam draft aturan LTV disebut bahwa ada opsi bahwa uang muka (DP) rumah pertama bisa saja 0%. Fasilitas kredit rumah pertama tidak diatur, baru nanti rumah kedua dan seterusnya LTV ada di kisaran 80% sampai 90%.

Tambok Simanjuntak, Direktur Retail Banking BNI bilang kebijakan DP 0% untuk rumah pertama berpotensi membuat risiko kredit meningkat. "Kami akan melakukan mitigasi dengan selektif melakukan ekspansi pada nasabah payroll," kata Tambok kepada Kontan.co.id, Sabtu (23/6).

Selain itu ekspansi nasabah properti BNI juga dilakukan ke profesi seperti PNS/TNI POLRI/BUMN dan perusahaan swasta nasional. Saat ini BNI mempunyai produk KPR BNI Griya. Produk KPR ini fokus untuk pembiayaan rumah pertama dengan ticket size Rp 500 juta. Permintaan kredit produk KPR ini cukup tinggi dan mempunyai NPL rendah.

Untuk pembiayaan rumah inden, BNI akan melakukan secara selektif dan fokus pada nasabah yang ada. Selain itu bank juga akan menyasar pengembang bonafid yang ada di masing-masing daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×