kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.995   82,00   0,46%
  • IDX 5.646   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 728   0,09   0,01%
  • LQ45 554   1,20   0,22%
  • ISSI 196   -0,61   -0,31%
  • IDX30 315   0,28   0,09%
  • IDXHIDIV20 389   0,00   0,00%
  • IDX80 83   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 106   -0,55   -0,51%
  • IDXQ30 102   0,18   0,18%

DP rumah pertama 0% berpotensi meningkatkan risiko kredit


Minggu, 24 Juni 2018 / 11:00 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana merelaksasi aturan loan to value. Dalam draft aturan LTV disebut bahwa ada opsi bahwa uang muka (DP) rumah pertama bisa saja 0%. Fasilitas kredit rumah pertama tidak diatur, baru nanti rumah kedua dan seterusnya LTV ada di kisaran 80% sampai 90%.

Tambok Simanjuntak, Direktur Retail Banking BNI bilang kebijakan DP 0% untuk rumah pertama berpotensi membuat risiko kredit meningkat. "Kami akan melakukan mitigasi dengan selektif melakukan ekspansi pada nasabah payroll," kata Tambok kepada Kontan.co.id, Sabtu (23/6).

Selain itu ekspansi nasabah properti BNI juga dilakukan ke profesi seperti PNS/TNI POLRI/BUMN dan perusahaan swasta nasional. Saat ini BNI mempunyai produk KPR BNI Griya. Produk KPR ini fokus untuk pembiayaan rumah pertama dengan ticket size Rp 500 juta. Permintaan kredit produk KPR ini cukup tinggi dan mempunyai NPL rendah.

Untuk pembiayaan rumah inden, BNI akan melakukan secara selektif dan fokus pada nasabah yang ada. Selain itu bank juga akan menyasar pengembang bonafid yang ada di masing-masing daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×