kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DP rumah pertama 0% berpotensi meningkatkan risiko kredit


Minggu, 24 Juni 2018 / 11:00 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana merelaksasi aturan loan to value. Dalam draft aturan LTV disebut bahwa ada opsi bahwa uang muka (DP) rumah pertama bisa saja 0%. Fasilitas kredit rumah pertama tidak diatur, baru nanti rumah kedua dan seterusnya LTV ada di kisaran 80% sampai 90%.

Tambok Simanjuntak, Direktur Retail Banking BNI bilang kebijakan DP 0% untuk rumah pertama berpotensi membuat risiko kredit meningkat. "Kami akan melakukan mitigasi dengan selektif melakukan ekspansi pada nasabah payroll," kata Tambok kepada Kontan.co.id, Sabtu (23/6).

Selain itu ekspansi nasabah properti BNI juga dilakukan ke profesi seperti PNS/TNI POLRI/BUMN dan perusahaan swasta nasional. Saat ini BNI mempunyai produk KPR BNI Griya. Produk KPR ini fokus untuk pembiayaan rumah pertama dengan ticket size Rp 500 juta. Permintaan kredit produk KPR ini cukup tinggi dan mempunyai NPL rendah.

Untuk pembiayaan rumah inden, BNI akan melakukan secara selektif dan fokus pada nasabah yang ada. Selain itu bank juga akan menyasar pengembang bonafid yang ada di masing-masing daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×