kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.926   56,00   0,31%
  • IDX 5.721   -99,45   -1,71%
  • KOMPAS100 740   -12,30   -1,64%
  • LQ45 563   -9,63   -1,68%
  • ISSI 198   -3,12   -1,55%
  • IDX30 320   -5,31   -1,63%
  • IDXHIDIV20 395   -6,49   -1,62%
  • IDX80 84   -1,47   -1,72%
  • IDXV30 107   -1,25   -1,16%
  • IDXQ30 103   -1,48   -1,41%

Duh, 100.000 lebih agen asuransi tak berlisensi


Senin, 13 Oktober 2014 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas produksi PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA).


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Wah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, ada lebih dari 100.000 tenaga pemasar atau agen asuransi jiwa dan asuransi umum yang belum mengantongi sertifikasi profesi. Tepatnya, 106.463 agen. Itu berarti, 24% dari total agen asuransi jiwa dan umum yang jumlahnya mencapai 435.605 agen.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Dumoly F Pardede mengungkapkan, sebagai antisipasi pelaksanaan Undang-undang Perasuransian yang masih dalam rancangan saat ini, serta untuk meningkatkan perlindungan konsumen, pihaknya tengah menyusun basis data agen asuransi individual.

Dari data yang telah masuk, terdapat 267 perusahaan agen. Sebanyak 200 perusahaan telah bersertifikat dan sisanya belum. Dari jumlah tersebut, agen bersertifikat mencapai 329.142 orang, sedangkan agen yang belum mengantongi lisensi sebanyak 106.463 orang. Itu berarti, cuma 76% agen yang memiliki lisensi.

“Terkait masih banyaknya agen yang belum bersertifikat, kami telah berkoordinasi dengan asosiasi terkait untuk mempercepat proses sertifikasi dengan peningkatan frekuensi ujian sertifikasi keagenan, termasuk penyelenggaraan ujian di daerah,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, sambung Dumoly, pihaknya juga meminta asosiasi dan pelaku industri untuk menekan biaya sertifikasi keagenan agar lebih terjangkau, termasuk distribusi bahan ujian sertifikasi keagenan secara online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×