kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.888   18,00   0,11%
  • IDX 8.921   36,58   0,41%
  • KOMPAS100 1.236   9,93   0,81%
  • LQ45 876   9,55   1,10%
  • ISSI 326   1,75   0,54%
  • IDX30 447   5,97   1,35%
  • IDXHIDIV20 530   9,23   1,77%
  • IDX80 138   1,14   0,84%
  • IDXV30 147   2,72   1,89%
  • IDXQ30 144   1,99   1,41%

Duh, laju kredit perbankan masih menunjukkan tren negatif


Rabu, 16 September 2020 / 20:48 WIB
Duh, laju kredit perbankan masih menunjukkan tren negatif
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank BCA di Tangerang Selatan, Jumat (8/11). Bank-bank papan atas memangkas lagi bunga deposito setelah Bank Indonesia (BI) menggunting suku bunga acuan. BCA menurunkan bunga deposito untuk semua tenor yakni bunga deposito 1 bulan, bunga


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah untuk menyalurkan kredit sampai Rp 30 triliun dari Rp 10 triliun dana yang ditempatkan Bank Mandiri. 

Dana PEN memang cukup potensial mendorong ekspansi kredit bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia yang punya target serupa Bank Mandiri bahkan telah melampaui target tersebut terlebih sejak pertengahan Agustus lalu, padahal perseroan baru menerima dana pada akhir Juni 2020. 

Baca Juga: Perkuat pemodalan, Pegadaian terbitkan obligasi Rp 3,25 triliun

Sampai akhir Agustus lalu, Rp 10 triliun dana pemerintah yang ditempatkan BRI telah disalurkan menjadi kredit senilai Rp 39,9 triliun. Ini pula yang sedikit banyak mendorong pertumbuhan kredit bank terbesar di tanah air ini. 

Sampai Juli 2020, meski masih mini BRI telah mencatat pertumbuhan kredit 0,3% (ytd). Dari Rp 859,57 triliun akhir tahun lalu menjadi Rp 862,91 triliun.

“Sejauh ini kami masih proyeksikan pertumbuhan kredit bisa tumbuh 5% hingga akhir tahun. Penopangnya akan berasal dari segmen mikro, dan UMKM terutama kepada sektor yang tak terdampak pandemi seperti pertanian, pangan, dan kesehatan,” kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo.

Selanjutnya: Bank menanti dana pemulihan ekonomi nasional (PEN)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×