Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan nasional mencatatkan penyaluran kredit modal kerja (KMK) lebih kencang pada April 2026. Naiknya KMK menjadi pertanda mulai bangkitnya aktivitas operasional dunia usaha Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat pada April 2026, KMK perbankan mencapai Rp 3.608,6 triliun atau tumbuh 5,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Adapun jika dibandingkan periode sama tahun lalu, pertumbuhan KMK saat ini terhitung lebih tinggi. Pada April 2025, KMK tercatat tumbuh 4,3% yoy.
Baca Juga: Kredit Modal Kerja Bank BPD DIY Ditargetkan Tumbuh 12,9% pada 2026
Pertumbuhan KMK saat ini didorong oleh sejumlah sektor industri. Salah satunya KMK di sektor pertambangan dan penggalian yang pada April 2026 tumbuh sampai 14,3% yoy.
Padahal di Maret 2026, KMK di sektor ini masih mengalami kontraksi 4,2% yoy.
KMK di sektor konstruksi juga tercatat tumbuh tinggi. Pada April 2026, KMK konstruksi tumbuh 29,3% yoy. Realisasi ini melanjutkan tren pertumbuhan sebelumnya pada Maret 2026 yang mencapai 30,3% yoy.
Sementara itu, KMK di sektor listrik, gas, dan air bersih mengalami perlambatan. Pada April 2026, KMK di sektor ini mengalami kontraksi 3,8% yoy. Berbalik dari Maret 2026 yang tumbuh 14,8% yoy.
Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, pertumbuhan KMK menjadi tanda dari mulai meningkatnya aktivitas dunia usaha menjelang pertengahan tahun ini.
"Kenaikan KMK mencerminkan meningkatnya aktivitas operasional dunia usaha, terutama kebutuhan pembiayaan untuk persediaan, bahan baku, distribusi, dan siklus produksi seiring membaiknya aktivitas ekonomi," kata Trioksa saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Pengusaha Kembali Ekspansi, Kredit Modal Kerja Mulai Pulih
Namun, meski aktivitas usaha mulai membaik, Trioksa menyebut pertumbuhan KMK ini tidak bisa diartikan sebagai ekspansi besar-besaran dari para pengusaha.
Menurutnya, kenaikan KMK saat ini lebih digunakan untuk kebutuhan usaha jangka pendek, dibanding ekspansi usaha secara jangka panjang.
"Pertumbuhan KMK saat ini lebih tepat dipandang sebagai indikasi meningkatnya aktivitas bisnis dan kebutuhan likuiditas perusahaan," tuturnya.
Trioksa pun menilai, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini turut meningkatkan aktivitas ekspor. Ini terlihat dari pesatnya pertumbuhan KMK di sektor pertambangan dan penggalian.
Dengan kurs rupiah yang semakin turun, harga bahan baku domestik menjadi lebih murah bagi pihak asing. Sebab itulah, permintaan ekspor juga turut meningkat.
"Pelemahan rupiah dapat meningkatkan nilai penerimaan eksportir dalam rupiah dan mendorong kebutuhan modal kerja yang lebih besar," ucapnya.
Baca Juga: Kredit Modal Kerja Menyumbang Sekitar 63% dari Total Kredit KB Bank Sepanjang 2025
Dari sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga turut mencatat kenaikan penyaluran KMK. Corporate Communication BCA Hera F. Heryn menuturkan, pertumbuhan KMK banknya sejalan dengan kondisi perekonomian domestik.
Ia menyebut, hingga kuartal I-2026, KMK BCA mencapai Rp 434,1 triliun atau naik 2,99% yoy. Hera menyebut BCA akan terus disiplin memantau risiko dari pertumbuhan kredit ini.
"Kami berharap pertumbuhan kredit pada tahun 2026, termasuk kredit modal kerja, masih dalam tren positif," ucapnya.
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) juga mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran KMK. Hanya saja, KB Bank tidak menyebutkan angka pasti.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyampaikan, pertumbuhan KMK didorong oleh aktivitas pada sejumlah sektor industri, salah satunya industri pengolahan.
"Pertumbuhan KMK didukung terutama oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan," kata Kunardy.
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Modal Kerja Masih Melambat pada Februari 2026
Kunardy pun bilang pertumbuhan KMK KB Bank ke depannya akan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki prospek usaha dengan fundamental kuat.
Ia memastikan, pertumbuhan KMK saat ini sudah sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













