kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Zurich Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti


Rabu, 22 Juli 2026 / 19:37 WIB
Zurich Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti
ILUSTRASI. Zurich Asuransi mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja lini asuransi properti seperti risiko bencana alam dan cuaca ekstrem (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich Asuransi Indonesia mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja lini asuransi properti hingga akhir 2026.

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Musi Samosir menerangkan salah satu faktor yang terus Zurich monitor secara aktif adalah risiko bencana alam dan cuaca ekstrem.

"Selain itu, memonitor juga kondisi ekonomi nasional hingga dinamika pasar global," katanya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Oleh karena itu, Musi mengatakan, pihaknya tidak hanya menyediakan perlindungan asuransi, tetapi juga mendukung nasabah dalam mengidentifikasi potensi risiko sejak dini dan memperkuat perlindungan terhadap aset maupun operasional bisnis mereka melalui pendekatan konsultatif dari Zurich.

Baca Juga: Pergadaian Dapat Jalankan Pinjaman Berbasis Dokumen, Ini Kata Gadai ValueMax

Terkait kinerja, Musi mengatakan, Zurich mencatatkan pertumbuhan Gross Written Premium (GWP) atau premi bruto dari lini asuransi properti sebesar 17% secara Year on Year (YoY) per Juni 2026. Sayangnya, tak disebutkan angka yang dibukukan dari lini tersebut.

Musi hanya menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai faktor, di antaranya meningkatnya kesadaran terhadap perlindungan aset, serta aktivitas investasi dan pembangunan di sejumlah sektor industri. 

"Ditambah, masih tingginya kebutuhan mitigasi risiko terhadap bencana alam dan gangguan operasional usaha," kata Musi.

Mengenai kinerja industri, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi asuransi properti tumbuh sebesar 6,5% secara YoY, menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026.

Adapun, nilai klaim asuransi properti mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,7% YoY, menjadi Rp 2,64 triliun per Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×