kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Kredit Investasi OK Bank Tumbuh 5% pada Awal 2026, Ditopang Perdagangan & Industri


Minggu, 08 Maret 2026 / 18:55 WIB
Kredit Investasi OK Bank Tumbuh 5% pada Awal 2026, Ditopang Perdagangan & Industri
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang OK Bank Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit investasi OK Bank Indonesia masih menunjukkan tren pertumbuhan positif pada awal 2026.

Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah mengatakan kredit investasi perseroan meningkat sekitar 5% dibandingkan posisi akhir tahun 2025.

“Secara umum, penyaluran kredit investasi OK Bank masih menunjukkan perkembangan yang positif dengan kenaikan sekitar 5% dibandingkan akhir tahun lalu,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (5/3/2026).

Baca Juga: OK Bank Catatkan Kenaikan DPK Korporasi Sekitar 8% pada Februari 2026

Menurut Efdinal, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor perdagangan dan industri. Kenaikan kredit ini sejalan dengan strategi perseroan yang tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

Ke depan, OK Bank menilai permintaan kredit investasi masih berpotensi meningkat, meskipun pelaku usaha saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi.

Hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk tensi geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen dunia usaha.

Baca Juga: OK Bank Optimistis Bisnis Perbankan Pulih Lebih Solid pada 2026

“Dinamika global memang membuat sebagian perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi. Namun sejauh ini dampaknya lebih pada peningkatan kehati-hatian, bukan penurunan permintaan yang signifikan,” jelasnya.

Dari sisi kualitas aset, OK Bank juga menegaskan tetap menjaga kesehatan portofolio kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang ketat.

Dengan langkah tersebut, perseroan berharap rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dapat tetap terjaga pada level yang sehat.

Baca Juga: Likuiditas Longgar, OK Bank Proyeksi DPK Tumbuh 10% di Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×