kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.273   141,10   1,74%
  • KOMPAS100 1.168   22,49   1,96%
  • LQ45 840   10,52   1,27%
  • ISSI 296   7,30   2,53%
  • IDX30 435   3,72   0,86%
  • IDXHIDIV20 518   -0,28   -0,05%
  • IDX80 131   2,34   1,82%
  • IDXV30 142   1,16   0,82%
  • IDXQ30 140   0,03   0,02%

Duniatex buka-bukaan penyebab gagal bayar, begini awal mulanya


Sabtu, 10 Agustus 2019 / 05:05 WIB
Duniatex buka-bukaan penyebab gagal bayar, begini awal mulanya
ILUSTRASI.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Sedangkan harga beli benang Sritex senilai Rp 35.231 per kilogram. Harga beli benang DMDT juga cenderung meningkat, pada 2016 senilai Rp 33.922 per kilogram, dan senilai Rp 36.451 per kilogram.

Di lain sisi, harga jual kain dari DMDT sejak 2016 justru terus merosot hingga kuartal 1/2019.

Sebagai gambaran, Duniatex punya lini produksi yang terintegrasi dari enam entitas perusahaan. Di lini pemintalan (spinning) ada tiga perusahaan yaitu DDST, PT Delta Dunia Textile (DDT), dan PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST).

Baca Juga: Duniatex memutar otak untuk membayar utang

Di lini penenunan ada DMDT, sedangkan di tahap pewarnaan (dyeing and finishing) akhir ada PT Dunia Setia Sandang Asli Textile (DSSAT) dan PT Perusahaan Dagang Dan Perindustrian Damai alias Damaitex.

“Karena lini produksinya terintegrasi, ketika di ujung (dyeing and finishing) tertekan, di atas (spinning) akan berimbas. Karena tidak semua juga yang dari spinning kami jual ke grup, ada juga yang kami jual ke luar grup,” jelas Alip.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×