kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

East Ventures Dukung Pendanaan Pra-Seri A Evo Commerce


Minggu, 08 Januari 2023 / 11:47 WIB
East Ventures Dukung Pendanaan Pra-Seri A Evo Commerce
ILUSTRASI. East Ventures mendukung pendanaan Pra-Seri A senilai US$ 2 juta untuk brand builder kesehatan D2C Evo Commerce.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan modal capital East Ventures mendukung pendanaan Pra-Seri A senilai US$ 2 juta untuk brand builder kesehatan D2C Evo Commerce yang berkantor di Singapura.

East Ventures pada Oktober 2022 telah turut dalam pendanaan awal (seed) sebesar US$ 600.000. Termasuk partisipasi angel investor seperti Aaron Tan, Founder Carro, Joel Leong, Founder ShopBack, Mohandass Kalaichelvan, Founder Spenmo, dan Jonathan Tan, Founderi Prism+.

Principal East Ventures Devina Halim mengatakan, sejak awal East Ventures telah melihat ketangkasan yang dihadirkan oleh Evo Commerce dalam memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan di industri kesehatan dan kebugaran.

Baca Juga: Modal Ventura Lebih Selektif dan Akan Incar Startup yang Profitable, Ini Sektornya

"Kami percaya terdapat peluang besar yang belum dimanfaatkan di industri ini dan Evo Commerce memimpin dalam merevolusi akses terhadap produk-produk dengan kualitas terbaik di kawasan ini,” kata Devina dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (8/1).

Evo Commerce mengumumkan penyelesaian putaran pendanaan Pra-Seri A sebesar US$ 2 juta, yang dipimpin oleh GSR Ventures. Putaran pendanaan ini turut melibatkan investor utama termasuk 33 Capital, JJ Chai, Co-founder & CEO Rainforest, Hiro Kiga, Co-founder Wallex, Emile Etienne, Co-founder BrideStory, dan investor pada putaran sebelumnya yakni East Ventures.

Penerimaan dana baru ini akan digunakan untuk eksekusi rencana ekspansi global, memperkuat e-commerce dan kanal online, serta meningkatkan kapabilitas manufaktur dan R&D dari berbagai kategori produk baru.

Sementara itu, Partner GSR Ventures David Yin menuturkan, sektor kesehatan dan kebugaran telah tumbuh secara eksponensial selama pandemi, dengan pasar yang diperkirakan akan mencapai US$ 6,75 triliun pada tahun 2030.

David bilang, produk-produk yang didukung penelitian milik Evo Commerce dan pendekatan yang berpusat pada pelanggan akan membantu mentransformasikan industri kesehatan dan kebugaran dengan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Baca Juga: East Ventures Investasikan US$ 550 Juta ke Startup di Indonesia dan Asia Tenggara

Founder & CEO Evo Commerce Roy Ang menerangkan, pada tahun 2022, perusahaan telah mencatat peningkatan pendapatan topline sebesar 12 kali lipat dan telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$ 2,5 juta hingga saat ini.

"Kami berharap untuk terus tumbuh sebesar sepuluh kali lipat pada tahun 2023, dan pada saat yang bersamaan mempertahankan profitabilitas dengan ekspektasi untuk meluncurkan beberapa produk di tahun mendatang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×